Saya sebagai manusia normal bagaimanapun juga pernah mengalami rasa frustrasi, merasa gagal dan sendiri menghadapi beban hidup terutama masalah keluarga ,rumah tangga. kegagalan-kegagalan, merasa sial dan sia sia hidup ini. Menulis menjadi teman saya untuk melepaskan beban itu. Sampai saat ini saya masih menyimpan tulisan-tulisan tentang masalah-masalah  yang saya  hadapi. Saya masih bermimpi untuk membuat novel tentang beban masalah hidup itu menjadi cerita menarik. Tapi yang terpenting saya bisa mengelola emosi dengan menulis dan membantu orang lain melepaskan diri dari beban stres berat.
Dengan sering menulis, menyalurkan beban dengan aktifitas berpikir, menyusun kata, merangkai paragraf demi paragraf. Rasa sepi, sendiri, perasaan tersingkir akan berkurang. Jika aktifitas menulis sudah menjadi suatu kebiasaan  tentu akan membawa seseorang yang menderita depresi merasa ada penyaluran positif. Ada baiknya juga jika pengalaman depresi itu bisa disharingkan dan menjadi sebuah rangkaian cerita dramatis dan patut dibaca semua kalangan sehingga setiap orang bisa mencegah depresi dengan melakukan kegiatan positif, salah satunya adalah dengan menulis.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H