Seperti pertengkaran kecil sesama anggota keluarga sebisa mungkin harus dihindari, ataupun hasrat untuk memiliki sesuatu di luar kemampuan ekonomi dan semisalnya.
Seluruh anggota rumah hendaknya paham akan tugas dan perannya masing-masing.
Peran tersebut adalah:
Pertama, peran orang tua. Seorang ayah sebagai kepala rumah tangga haruslah berbaik-baik kepada seluruh anggotanya. Sebagaimana sabda Nabi Saw.,
"Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." (HR Tirmidzi).
Menciptakan suasana rumah yang laksana surga memang tak semudah harapan, bukankah sebelum nabi Adam terusir dari surga, ternyata ada setan yang membersamainya di surga.
Maka sebelum mendapatkan surga yang hakiki harapan untuk mewujudkan surga itu tetap ada walaupun bisikan setan begitu menguat sejalan kuatnya harapan kita untuk mewujudkan baiti jannati.
Sosok ibu pun tak kalah penting untuk membuat seisi rumah tetap tenang dan tenteram.
Jika ibu bertemperamental buruk maka suasana rumah akan penuh dengan ketegangan, karena biasanya seorang wanita sering kali mudah meluap emosinya saat melihat seisi rumah berantakan atau menghadapi anak-anak yang susah diatur, entah karena susah dibangunkan atau susah disuruh saat sang ibu meminta bantuan untuk sesuatu hal.
Ibu yang temperamen tentunya tidak akan membuat rumah menjadi tenang dan nyaman. Karakter ibu yang bijak sangat mendukung terciptanya suasana rumah yang tetap kondusif dan tenang laksana di surga, anak-anak merasa betah di rumah karena mereka mendapatkan kenyamanan di dalam rumah daripada bergaul dengan teman-teman.
Cerita anak broken home tentunya berasal dari keluarga yang jauh dari kesan kenyamanan sehingga sang anak mencari kenyamanan di luar dengan cara mereka sendiri.