Â
.
Apa perbedaan trigliserida dengan kolesterol ?
Â
Kelebihan kadar trigliserida lebih sering memberikan keluhan rasa oyong-oyong ; sedangkan kelebihan kolesterol lebih sering memberikan keluhan sakit kepala dan tengkuk, serta pusing berputar (vertigo). Tapi kadang-kadang gejala atau keluhannya bisa tumpang tindih, bisa juga persis sama.
Seseorang bisa saja menderita kelebihan kadar trigliserida dengan kolesterol normal, bisa juga kelebihan kadar kolesterol dengan trigliserida normal, bisa juga kelebihan kadar trigliserida sekaligus kelebihan kolesterol.
Kadar trigliserida bisa naik turun secara drastis ; bisa naik berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus mg/dl (miligram/desiliter) setelah konsumsi makanan berlemak atau makanan berminyak. Sedangkan naik turunnya kadar kolesterol tidak secepat dan sejauh trigliserida.
Jika diobati secara tepat, kadar trigliserida juga bisa turun dengan sangat cepat dan drastis, sedangkan kadar kolesterol umumnya turun secara bertahap.
Bahaya mana, trigliserida atau kolesterol ? Apa komplikasinya ?
Sama bahayanya, karena keduanya sama-sama mengentalkan darah, memperlambat peredaran darah, sehingga memicu kenaikan tekanan darah (tensi) dan memicu penyumbatan pembuluh darah di mana-mana. Jika kadar trigliserida terus-menerus tinggi, komplikasinya juga sama dengan komplikasi kelebihan kolesterol, yaitu antara lain stroke dan penyakit jantung koroner.
Hipertrigliseridemia yang berlangsung kronis atau terus-menerus juga merupakan "tiket masuk" ke penyakit diabetes ( kencing manis ).