Selain persoalan cedera, masalah klasik masih mengitari PSG, yakni soal relasi di antara pemain. Bertumpuknya pemain bintang bukanlah perkara muda.Â
Pada tahun lalu, PSG sempat dinaungi oleh percekcokan antara Mbappe dan Neymar gegera siapa yang mengambil tendangan penalti.Â
Percecokan itu seperti membangun benteng di tim. Neymar yang merupakan teman baik Messi dipandang berada satu kubu, dan Mbappe di pihak lain.Â
Ketegangan itu pun menurun seturut upaya Cristophe Galtier sebagai pelatih tim menetralisasikan suasana. Situasi tampak akur hingga piala dunia 2022. Â
Situasi kembali menjadi datar selepas piala dunia. Pertemuan final di piala dunia Qatar 2022 antara Argentina dan Perancis membangkitkan persaingan antara Messi dan Mbappe. Messi berhasil membantu timnas Argentina ke panggung juara dan Mbappe yang menjadi pemain bintang di partai final harus merelakan trofi ke rekan setimnya.Â
Hal itu pun membekaskan pada relasi yang cukup datar di antara kedua mega bintang di PSG. Ketika Messi pulang dan bergabung dengan tim, dia disambut oleh rekan-rekan setimnya di tempat latihan. Namun, Mbappe dan Achraf Hakimi yang merupakan teman baik di PSG absen dan memilih untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.Â
Banyak pihak menilai bahwa ketidakhadiran Mbappe disebabkan oleh efek piala dunia 2022. Belum lagi, sinisan para pemain Argentina kepada Mbappe yang gagal membantu timnas Perancis di piala dunia 2022.Â
Pendek kata, beban PSG juga dipengaruhi oleh relasi di antara pemain. Walau dipermukaan tampak begitu akur, bagaimana pun perasaan karena hal yang telah terjadi tak bisa disembunyikan.Â
Terbukti, jumlah umpan di antara pemain bintang secara khusus trio Neymar, Mbappe, dan Messi yang tak begitu merata. Belum lagi permainan individual di antara pemain yang tak memedulikan posisi bebas dan menguntungkan dari rekan-rekan setimnya.Â
Ini akan menjadi beban PSG ketika bermain kontra Muenchen. Muenchen tentu saja mempunyai keuntungan dari situasi PSG.Â
Selain secara tradisi Muenchen selalu tampil meyakinkan di Liga Champions, juga Muencen kembali menemukan performa terbaik di kompetesi Bundesliga. Walau tak diperkuat oleh Manuel Neuer karena cedera panjang, tim asuhan Julian Nagelsmann ini berada kondisi terbaik.