Maka dari itu, Ten Hag harus benar-benar konsisten seturut perkataannya. Walaupun dia membangun semacam perang dingin dengan Ronaldo, paling tidak Ten Hag mementingkan tim secara keseluruhan, dan tak peduli pada kehendak dari salah satu individu pemain.
Sampai saat ini, belum ada tim yang terang-terangan mendekati Ronaldo. Karenanya, kemungkinan besar Ronaldo bertahan di MU. Kecuali kubu Ronaldo memenui syarat dari klub yang mau merekrutnya, termasuk soal gaji.Â
Situasi Ronaldo yang bertahan di MU bisa menjadi tantangan tersendiri untuk Ten Hag apabila tak ada rekonsiliasi. Rekonsiliasi itu berupa niat pelatih untuk meyakinkan Ronaldo tentang proyek MU di musim 2022/23.
Juga, hal itu perlu dibarengi dengan kerendahan hati Ronaldo menerima kenyataan di MU. Tak bisa dipungkiri bahwa MU tak begitu getol dalam membaharui skuad di jendela transfer pemain musim panas saat ini. Karena ini, langkah MU untuk bersaing di Liga Inggris begitu sulit.Â
Ten Hag sendiri lebih cenderung memilih pemain yang dikenalnya karena rekam kerja sama di klub sebelumnya. Jadinya, MU tak begitu melirik nama-nama lain, yang nota bene tak berkaitan erat dengan karir Ten Hag di Ajax atau pun di Eredivise.
Dari sisi pembaharuan tim, MU tertinggal dari Arsenal dan Tottenham Hotspur yang berhasil merekrut lima sampai enem pemain pada musim ini. Karenanya juga, masih belum pantas jika kekuatan MU diperbandingkan dengan kekuatan Manchester City dan Liverpool yang memiliki skuad yang stabil untuk musim depan.
Sebenarnya sikap Ronaldo membangun gap untuk dirinya sendiri. Bukan tak mungkin, Ronaldo teraleniasi dari skuad MU dan tim lebih berharap pada jalan yang sementara di bangun oleh Erik Ten Hag dengan menekankan permainan tim.
Cara Ronaldo meninggalkan tim yang sementara bertanding seperti sebuah pembangkangan. Alih-alih menarik simpati tim, Ronaldo malah mendapat pernyataan keras dari Ten Hag. Secara tak langsung, Ten Hag juga membangun perang dingin dengan Ronaldo dan efeknya bisa besar untuk karir Ronaldo.Â
Salam Bola
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H