Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Istanbul Basaksehir Juara, Kisah Leicester City di Liga Super Turki

20 Juli 2020   09:41 Diperbarui: 20 Juli 2020   10:41 602
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Leicester City pernah menorehkan tinta emas di kompetesi Premier League, Inggris. Tim berjulukan Rubah Biru ini berhasil menjadi kampiun di musim 2015/16. Pertama kali dalam sejarah klub tersebut.

Menariknya, kesuksesan Leicester City terjadi di saat kompetesi saat ini dihiasi oleh banyak klub yang terbangun oleh kekuatan uang. Uang berhasil mendatangkan para pemain hebat dari pelbagai klub dan negara.

Maka dari itu, kesuksesan Leicester City berhasil menggoyangkan dominasi klub-klub yang biasa menghuni tangga juara Liga Inggris. Bahkan, Leicester City mematahkan kekuatan uang dari beberapa klub.

Pencapaian Leicester City membangkitkan aneka pujian dan pelajaran. Banyak orang memuji Cladio Ranieri yang berhasil meramu Leicester sebagai tim yang tampil konsisten sepanjang musim.

Salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari kesuksesan ini adalah setiap tim berpeluang untuk meraih gelar juara, walau itu tidak dibarengi dengan kemampuan finansial. Setiap tim berpeluang menjadi tim top. Toh, sebuah pertandingan sepak bola itu merupakan pertandingan antara 11 orang kontra 11 orang.

Kisah kesuksesan Leicester City di musim 2015/16 mendarat di tanah yang dipimpin oleh Presiden Edorgan, Turki. Adalah Istanbul Basaksehir, salah satu klub Liga Turki yang berhasil memenangi kompetesi Liga Turki pada musim ini, 2019/20.

Serupa dengan kisah dari Leicester City, Istanbul Basaksehir juga berhasil meruntuhkan tiga dominisi klub langganan juara, yakni Fenerbahce, Galatasaray, dan Besiktas.

Ketiga klub ini barangkali familiar bagi kita pencinta Liga Champions. Ketiganya biasa langganan kompetesi Liga Champions. Bahkan ketiga klub ini kadang berbicara banyak dalam kancah Liga Champions.

Namun musim ini, ketiga klub langganan juara Liga Super Turki ini harus puas berada di papan tengah. Besiktas harus berada di tempat ke-4, Galatasaray berada di peringkat 5, dan Fenerbache di tempat ke-7. Dengan ini, ketiga klub ini tidak bisa terlibat dalam Lgia Champions.

Basaksehir berdiri pada tahun 1990. Kepastiannya menjuarai Liga Turki diraih saat berhasil menang tipis (1-0) atas Kayserispo. Sementara itu, Trabzonspor yang berada di tempat kedua kandas di tangan Konyaspor (3-4).

Keberhasilan Basaksehir tidak lepas dari komposisi skuad tim. Tidak tanggung-tanggung, beberapa nama yang menghuni skuad tim ini pernah berkompetesi di Liga Inggris.

Beberapa nama di antaranya cukup familiar di kancah sepak bola Eropa sepert Gael Chlichy yang pernah bermain di Arsenal, Robinho yang pernah bermain di beberapa tim top di Eropa, Martin Skrterl, mantan bek Liverpool, dan Demba Ba yang pernah berkarir di Chelsea.

Walau sudah berusia di atas 30-an tahun, mereka memberikan kontribusi berarti dalam mengangkat performa Basaksehir. Dengan ini pula, mereka juga berkontribusi mengangkat Basaksehir di tempat teratas Liga Super Turki musim ini.

Keberhasilan Basaksehir menempatkan mereka menjadi klub ke-6 yang memenangkan titel Liga Super Turki. Mereka berhasil menjuarai kompetesi ini dengan mengumpulkan 69 poin dan unggul 7 poin dari tempat kedua Trabzonspor.

Keberhasilan Basaksehir juga tidak lepas performa tim ini pada beberapa musim terakhir. Pada tiga musim terakhir, Basaksehir berhasil duduk di peringkat ke-2. Dengan ini, tanda-tanda Basaksehir menjadi salah satu klub nomor satu di Turki sudah terlihat.  

Bila dibandingkan dengan Fenerbahce, Galatasaray, Besiktas, Basaksehir mempunyai sedikit suporter. Hanya mempunyai stadion berkapasitas 17,000. Namun, ini tidak meruntuhkan semangat tim ini untuk berkomptesi Liga super Turki.

Sama halnya dengan Leicester City, yang suporternya tidak terlalu banyak seperti MU, Arsenal, dan Chelsea, tetapi mereka tidak tunduk pada situasi. Malahan, keberhasilan mereka membuka mata banyak penggemar sepak bola atas keberadaan Leicester City.

Basaksehir berhasil menjadi juara Liga Super Turki. Keberhasilan ini menandakan bahwa peluang mencapai kesuksesan dalam sebuah kompetesi selalu terbuka untuk setiap tim.  

Gobin Dd

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun