Mohon tunggu...
Mohammad Dori Julianto
Mohammad Dori Julianto Mohon Tunggu... Guru - Guru Matematika SMPN 3 Tegalbuleud Satu Atap Kabupaten Sukabumi

Praktisi Pendidikan yang gemar menulis dan membaca serta olahraga

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin

8 Agustus 2024   21:56 Diperbarui: 8 Agustus 2024   21:59 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Kegiatan coaching membantu guru dalam menggali informasi yang diperlukan dalam pemecahan masalah. Permasalah atau kendala yang sering dihadapi dalam pembelajaran seringkali membuat kita merasa ingin menyerah saja akan tetapi coaching yang dilakukan dengan pembimbing atau fasilitator memberikan pencerahan dalam pemikiran kita sehingga kita dalam menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Hal ini sangat efektif dan dapat memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapai dalam proses pembelajaran dan pengumpulan tugas-tugas.

Kegiatan coaching ini juga dapat kita terapkan dalam menyelesikan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di sekolah. Saya sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, setelah mengikuti pendidikan guru penggerak ini merubah pola pikir dan tindakan saya dalam menangani segala permasalahan yang berkaitan dengan murid. Keputusan yang diambil harus menerapkan analisis empat paradigma, tiga prinsip dan sembilan langkah dalam mengambil keputusan sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan yang tepat dan berpihak pada murid.

4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Keputusan yang diambil merupakan hasil dari pemikiran yang mendalam. Keputusan haruslah dibuat dalam keadaan emosi yang stabil karena jika keputusan diambil dalam keadaan emosi tinggi maka hal tersebut akan berakibat buruk. Tentunya sangat berpengaruh keadaan sosial emosional seseorang dalam mengambil keputusan. Seorang yang sedang dengan amarah akan sembrono dalam mengambil keputusan apalagi dalam masalah dilema etika yang perlu dipikirkan dengan tenang.

5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Studi kasus yang dilakukan guru pada masalah moral atau etika memberikan pengutan akan kompetensi guru untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat. Hal ini akan menumbuhkan sikap empati, toleransi, menghormati dan menghargai lingkungan sekitar. Dalam menghadapi sutu permasalahan dilema etika hendaknya seorang guru mengambil langkah paradigma dan prinsip dalam mengambil keputusan dengan sembilan langkah pengamblan keputusan. Sementara dalam menghadapi permasalahan bujukan moral, seorang guru hendaknya memperhatikan nilai-nilai kebajikan universal dan prinsip-prinsip yang diyakini sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat hendaknya memperhatikan dan menggunakan langkah-langkah dalam mengambil keputusan yaitu memenuhi empat paradigma, tiga prinsip dan sembilan langkah. Dengan begitu keputusan yang diambil dapat berdampak baik bagi lingkungan.

7. Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang saya hadapi dalam lingkungan untuk mengambil sebuah keputusan adalah perbedaan sosial budaya yang ada di lingkungan. Perbedaan ini dapat mempengaruhi nilai-nilai yang saya yakini dengan pertimbangan nilai-nilai dalam masyarakat. Pertentangan-pertentangan yang timbul adalah kendala yang harus diselesaikan dengan bijak. Keputusan yang diambil memang harus memperhatikan dampak bagi lingkungan masyarakat agar keputusan tersebut dapat didukung dan berdampak baik bagi lingkungan sekitar.

8. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Dalam konteks pengajaran yang memerdekakan murid, maka proses pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran yang berpihak pada murid. Pengambilan keputusan yang dilakukan tentu akan mempengaruhi pola pengajaran yang kita lakukan terhadap murid. Pengajaran yang memerdekakan murid bisa dilakukan oleh seorang guru melalui pembelajaran diferensiasi yang dipilihnya yang bisa mengakomodasi kebutuhan murid secara utuh. Seorang guru hendaknya lebih banyak memberikan ruang bagi murid dalam proses pengajaran untuk merdeka mengemukakan pendapat dan mengekspresikan bakat dan potensi yang dimiliknya. Dengan demikian murid-murid dapat belajar mengambil keputusan yang sesuai dengan pilihannya sendiri tanpa paksaan dan campur tangan orang lain yang membuat mereka mendapatkan kebahagiaannya.

9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Guru sebagai pemimpim pembelajaran harus memahami paradigma pengambilan keputusan jangka pendek atau jangka panjang. Hal ini penting karena keputusan yang diambil akan berdampak pada murid baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Ketika guru dihadapakan dalam suatu permasalah murid yang termasuk dilema etika maka keputusan yang diambil haruslah keputusan yang berdampak pendek ataupun panjang bagi murid. Perlu mengkaji lebih dalam dampak baik buruknya, dampak saat ini dan dampak masa depan murid. Pertimbangan-pertimbangan tersebut akan menguatkan keputusan yang diambil adalah benar dan tepat.

Seperti yang saya alami sebagai wakasek kesiswaan di sekolah saya. Saya menghadapi permasalaha dilema etika dimana ada murid yang melakukan pencurian handphone milik murid lain. Setelah terbukti melakukan pencurian, tindakan yang sebaiknya dilakukan untuk murid tersebut menjadikan sebuah dilema buat saya. Keputusan yang diambil harus memperhatikan masa depan murid tersebut walau dia bersalah karena telah mencuri tetapi dia masih memiliki hak untuk masa depannya. Itulah yang saya lakukan yaitu memperhatikan aspek jangka pendek terkait mentalnya dan jangka panjang terkait masa depannya untuk melanjutkan sekolah.

10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Saya dapat menyimpulkan dari materi ini adalah bahwa sebagai pemimpin pembelajaran seyogyanya kita dalam mengambil keputusan harus memperhatikan empat paradigma berpikir, tiga prinsip, dan sembilan langkah pengujian pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil harus berpedoman pada prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara, dengan kesadaran penuh, emosi yang stabil dan dapat dipertanggungjawabkan.

11. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Pada permasalaha dilema etika dibutuhkan analisis mendalam dalam mengambil keputusannya denga memperhatikan lingkungan sekitar. Sedangkan bujukan moral merupakan permasalahan yang akan saling bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip yang diyakini oleh pengambil keputusan. Dengan empat paradigma pengambilan keputusan, kita tahu mana langkah yang harus ditempuh selanjutnya dalam menentukan solusi dari masalah. Keputusan yang diambil tersebut harus memenuhi kriteria pengujian pada sembilan langkah pengambilan keputusan.

12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun