Mohon tunggu...
Dodi Putra Tanjung
Dodi Putra Tanjung Mohon Tunggu... Relawan - Penggiat Sosial

Penggiat Sosial, Relawan dan Pemerhati Lingkungan

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Pilkada Kota Padang 2024 Menghitung Bulan, Masyarakat Berharap Cawako Potensial Lebih Bisa Memajukan Kota Ini

18 Juli 2024   23:15 Diperbarui: 18 Juli 2024   23:24 282
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Oleh : Dodi Putra Tanjung

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang tinggal beberapa bulan lagi. Tanggal pelaksanaan Pilkada 2024 tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Berdasarkan surat tersebut, pemungutan suara Pilkada 2024 akan dilaksanakan tanggal 27 November 2024.

Kota Padang sebagai Ibu kota Provinsi Sumatera Barat tentu juga akan melaksanakan perhelatan demokrasi tersebut.

Sebagai Ibu kota Provinsi, kota Padang tentu menjadi barometer dalam hal apa saja. Ibaratnya, kota Padang adalah etalase Provinsi Sumatera Barat. Namun tak dapat dipungkiri bahwa dalam pembangunan, kota Padang berjalan pelan. Banyak infrastruktur dan fasilitas umum yang masih belum ada perubahan dari tahun ke tahun. Seperti gedung pemerintahan yang mayoritas masih gaya lama, sarana penunjang pasar raya yang belum terbenahi maksimal paska gempa 2009 sehingga pasar raya terkesan semrawut, walau ada beberapa bangunan yang sudah di renovasi dan ada juga yang di bangun baru, tapi secara hitungan waktu sejak 2009 memang dirasa lamban, lalu sarana jalan yang tidak bertambah, sementara jumlah pengguna jalan dalam hal kendaraan bermotor tiap tahun mengalami peningkatan. Sehingga hampir merata di ruas jalan kota Padang terjadi kemacetan.

Termasuk juga penanggulangan banjir, dimana setiap hujan lebat setengah hari saja, kota Padang sudah terendam banjir. Ini membuktikan bahwa saluran air di kota Padang belum memadai. Kebanyakan masih saluran air peninggalan orde Baru.

Dalam hal pembangunan ekonomi, kota Padang juga belum bisa maksimal menyediakan lapangan kerja bagi warganya.

Namun, sektor UMKM seperti usaha kuliner cukup menjamur di kota Padang, ini barangkali salah satu hal yang bisa menunjang di sektor ekonomi. Termasuk juga kawasan wisata cukup mengalami penambahan di kota Padang. Hal ini salah satu plus-nya kota Padang saat ini.

Harapan masyarakat

Masyarakat kota Padang, sebagai masyarakat perkotaan di Ibukota Provinsi Sumatera Barat ini, tentu juga punya keinginan kota tempat mereka hidup juga bisa sejajar dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Dari segi pengembangan kota dan hal-hal yang mendukung sebagai sebuah kota yang maju dan modern. Paska di hantam gempa 2009 memang banyak infrastruktur dan fasilitas kota yang rusak. Dan sampai saat ini jejak dari gempa 2009 masih terlihat di beberapa sudut kota Padang. Ini lagi-lagi membuktikan bahwa alokasi dana pembangunan yang memang terbatas. Entah dimana salahnya, apakah APBD yang tidak memadai, atau memang tidak ada dukungan maksimal dari provinsi dan pusat, masyarakat hanya bisa berspekulasi. Entah pimpinan kota yang tidak punya kekuatan dan terobosan, entah pula, sekali lagi masyarakat pun hanya bisa berspekulasi. Mengira-ngira dimana salahnya.

Bagaimana pembangunan kota ke depan tidak hanya berfokus ke tengah kota saja, tapi pembangunan juga bisa menyentuh daerah pinggiran kota. Dimana saat ini, sarana dan fasilitas umum di daerah pinggir kota belum memadai, bahkan ada yang tidak terperhatikan.

Pilkada 2024

Nah, moment pilkada 2024 ini tentu masyarakat kota Padang berharap banyak kepada walikota periode lima tahun kedepan. Harapan tentu walikota terpilih nanti punya terobosan, punya ide dan inovasi besar terhadap kota ini. Menyelesaikan persoalan kota yang terbengkalai. Punya jejaring sampai ke tingkat pusat, karena memang anggaran besar itu ada di pemerintah pusat. Ide dan program saja tentu tidak cukup, harus ada daya terobos dan jaringan yang kuat, termasuk juga bisa meyakinkan para pemodal untuk berinvestasi di kota Padang.

Bukan hanya memikirkan kepentingan politik lima tahunan saja, tapi memang bisa merancang master plan pembangunan kota untuk jangka panjang, dan merealisasikan secara bertahap. Bukan wacana semata.

Jelang pilkada ini, bermunculan nama-nama yang berniat tampil pada kontestasi di November nanti. Ada nama-nama yang familiar oleh masyarakat kota Padang, ada yang tidak, ada wajah lama dan tak sedikit wajah-wajah baru,  yang punya niat tentu saja!.
Tapi cukupkah modal niat saja?, apakah mereka punya sosial atau sekedar modal politik saja, atau hanya modal nafsu saja? Sementara ini masyarakat sudah bisa menilai.

Dan sebisanya, dalam pilkada kedepan, masyarakat kota Padang jangan asal menentukan pilihan saja. Berkaca pada pemilu lalu bahwa harga suara masyarakat bisa dinilai dengan uang, untuk pilkada ini potensi tersebut jangan lagi menjadi tolak ukur untuk memberikan hak suara. Kalau modal politik hanya sebatas modal financial, tanpa ada modal sosial, modal pengetahuan terhadap masalah kota, dan modal jaringan, lima tahun kedepan kota ini akan begini-begini saja, hanya jadi ajang mencari panggung dan kekuasaan saja. Ini tentunya tidak baik untuk masa depan kota Padang.

Jadi, sebelum menentukan pilihan, lihat dan pelajari dulu track record dari mereka yang akan mencalonkan diri tersebut. Jangan terbeli kucing dalam karung!. Kata orang tua, "caliak kaniang nya jo raso", (lihat aura wajahnya dengan perasaan), karena yang berisi dan tidak berisi serta apa maksud dan tujuan meraka bisa di nilai dan di rasakan dari pancaran wajahnya.

Kita tunggu saja, siapa nanti yang mengerucut di bulan Agustus ini. Disitu penilaian akan ditentukan. (*)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun