"Iya Ma....." aku belum begitu mengerti, tapi daripada kena omel lagi mending diam saja.
* * * *
Sekarang kelakuan itu menular ke anakku. Ketika berkunjung ke salah satu famili, tiba-tiba anakku berteriak,"Budee, mana angpaonya? Koq cuma salaman aja!"
Mukaku langsung merah padam dan buru-buru kuangkat anakku serta berbisik ke bude,"Harap maklum kak, namanya anak kecil. Maafin adik ya," pintaku padanya. Kakakku hanya tersenyum saja,"Ga papa dik. Biasa koq," jawabnya singkat.
Begitu pulang, langsung kami ceramahi anakku panjang lebar. Intinya jangan pernah minta-minta sumbangan ke orang lain, kalau diberi disyukuri, kalau tidak ya sudah belum rezeki.
* * * *
Memberi salam tempel memang wujud dari kesetiakawanan sosial sekaligus momen untuk bersedekah dan membantu sanak saudara yang kurang mampu. Namun salam tempel yang  sudah menjadi ritual bisa berbalik menjadi candu buat yang menerima alias ketagihan untuk meminta salam tempel kepada yang memberi. Serba salah memang, tapi yang namanya tradisi tetap harus dijalani, hanya anak-anak perlu diedukasi agar tidak melulu berharap angpau tapi lebih kepada mempererat silaturahmi bila berkunjung ke sanak saudara.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI