Mohon tunggu...
Ditta Widya Utami
Ditta Widya Utami Mohon Tunggu... Guru - Pendidik dan Pembelajar

A mom, blogger, and teacher || Penulis buku Lelaki di Ladang Tebu (2020) ||

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Rahasia Sang Juara LKT

10 November 2018   20:10 Diperbarui: 10 November 2018   20:46 564
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tim LKT SMPN 1 Cipeundeuy, penulis sebagai pembimbing (kanan) dan Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim (Foto: Tia Makmur Setiana)

Bagi sebagian kalangan masyarakat, masuk 6 besar Lomba Karya Tulis (LKT) Ilmiah Tingkat SMP/sederajat sekabupaten mungkin merupakan hal yang biasa. Namun, apa jadinya jika salah satu sekolah yang masuk 6 besar adalah sekolah yang awalnya tidak diperhitungkan?

SMPN 1 Cipeundeuy Subang termasuk sekolah yang jarang terdengar kabarnya dalam menjuarai beberapa kompetisi akademik di tingkat kabupaten. Sekolah kami lebih sering menjuarai bidang-bidang nonakademik, seperti Pencak Silat, Paskibra, Pramuka dan PMR. Wajar, apabila masih ada yang tidak percaya atau merasa asing jika sekolah tempat penulis mengajar masuk 6 besar LKT dari total 38 peserta/sekolah yang ikut serta. Oleh karena itu, kemenangan ini harus dijadikan pemicu untuk dapat berprestasi lebih baik dan lebih baik lagi.

LKT yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Subang untuk siswa SMP dan SMA sederajat bertema "Pencegahan HIV/AIDS di Kalangan Remaja". Lima sekolah menengah pertama yang masuk posisi enam besar adalah SMPN 1 Cipeundeuy, SMPN 1 Ciater, SMPN 1 Subang, SMPN 1 Serang Panjang dan dua tim dari SMPN 1 Ciasem. Setelah mendapat nilai terbesar dalam seleksi draft, keenam tim harus presentasi untuk menentukan urutan juara di hadapan tiga orang juri yang merupakan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, serta Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Subang. Kamis (1/11) Aula Dinas Sosial Kabupaten Subang menjadi saksi perjuangan keenam peserta.

Tidak ada yang kebetulan

Foto bersama dengan sekolah lain (Foto: Tia Makmur Setiana)
Foto bersama dengan sekolah lain (Foto: Tia Makmur Setiana)
Menjadi juara 1 LKT se-Kabupaten Subang bukanlah suatu kebetulan. Seperti kata pepatah, kesuksesan datang bagi mereka yang siap. Tim SMPN 1 Cipeundeuy yang terdiri dari Alif Amelia (IX A), Nurlia Julyani (IX A) dan Trisanti (IX D) telah berjuang dan berprestasi. Selain ketepatan isi dengan judul, kesesuaian dengan tema, dan ide yang muncul dalam karya, berikut adalah rahasia di balik kesuksesan yang diraih oleh ketiga anak tersebut :

Tim yang solid

Sejak awal bimbingan, ketiga siswa ini sudah terlihat kompak. Tidak saling mengandalkan, melainkan masing-masing ikut berperan dalam proses pembuatan karya tulis. Jika ada satu orang yang kesulitan, maka yang lain akan membantu.

Tidak ada yang merasa "paling": paling hebat, paling pintar, paling aktif, dll. Semua saling menghargai meski terkadang muncul perbedaan pendapat. Ibarat fondasi untuk membangun rumah, kekompakan tim adalah salah satu unsur penting untuk meraih kesuksesan.

Mengikuti arahan pembimbing

Kunci penting yang kedua adalah senantiasa mengikuti arahan pembimbing. Hal ini berlaku tidak hanya dalam lomba karya tulis, tetapi juga untuk bidang-bidang lainnya. Seperti ketiga peserta didik yang penulis bimbing, mereka mampu mengeksekusi tugas dengan baik.

Saat diarahkan untuk segera membuat kerangka karya tulis, mereka membuat bersama-sama. Saat diarahkan untuk mencari referensi tambahan, mereka juga segera melaksanakan. Intinya, setiap kali bimbingan selalu ada kemajuan sesuai atau minimal mendekati target yang telah ditetapkan. Hal ini tentu semakin memudahkan tim untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Memiliki mental juara

Bisa dikatakan penulis cukup tegas dalam membimbing. Saat mereview karya tulis yang sudah dibuat siswa, banyak pertanyaan yang penulis lontarkan. Jika belum bisa menjawab, maka penulis meminta tim untuk mencari data tambahan lagi dan lagi. Meminta karya tulis untuk direvisi lagi dan lagi. Termasuk saat harus presentasi di hadapan juri, penulis meminta siswa untuk berlatih presentasi berulang kali.

Sekalipun harus banyak mengulang, namun hampir tidak ada keluhan sama sekali dari peserta didik yang penulis bimbing. Mereka sungguh memiliki mental juara. Tidak peduli rintangan yang menghadang, mereka tetap bergerak tanpa henti dan tanpa tapi. Mental juara inilah yang merupakan salah satu faktor terpenting saat mengikuti perlombaan atau kejuaraan.

Menurut penulis, mental juara termasuk sesuatu yang langka. Tidak semua orang memiliki mental juara, mental pantang menyerah, mental untuk tetap bergerak, baik saat situasinya mudah ataupun sulit.

Mereka bisa saja menyerah saat tekanan terasa semakin berat, bisa saja menyerah saat tahu mereka harus berkompetisi dengan tim dari sekolah-sekolah favorit dengan segudang prestasi akademik. Mereka bisa saja menyerah dalam keterbatasan karena tidak memiliki laptop, bisa saja menyerah saat lelah menulis karya di atas lembaran-lembaran kertas folio. Tapi toh mereka tidak berhenti.  

Meminjam istilah dari Pak Dedi (Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Cipeundeuy, Subang), bahwa "Emas tetaplah emas meski tertutup debu". Maka sungguh, mereka telah memiliki potensi juara. Insya Allah ketiganya bisa menjadi orang-orang yang sukses.

Hadiah untuk keluarga besar SMPN 1 Cipeundeuy

Sabtu (10/11), seluruh peserta peraih juara LKT dan lomba poster yang diadakan Dinas Sosial Kabupaten Subang berkumpul di alun-alun kota untuk menerima trofi dan piagam penghargaan. Upacara peringatan Hari Pahlawan ditutup dengan pemberian hadiah oleh Plt Bupati Subang, Pak Ating Rusnatim kepada para juara.

"Hadiah terakhir kelas tiga, Bu." begitu kata Trisanti kepada penulis saat menyaksikan penyerahan piala dan piagam penghargaan. Betul juga karena semester depan ketiga anak ini harus fokus menghadapi ujian nasional.

Berfoto di depan Masjid Agung Subang (Foto: Tia Makmur Setiana)
Berfoto di depan Masjid Agung Subang (Foto: Tia Makmur Setiana)
Hari ini, keluarga besar SMPN 1 Cipeundeuy sedang berbahagia. Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMP se-Kabupaten Subang kami persembahkan khusus untuk Bapak Mohamad Hamim, S.Pd., Kepala SMPN 1 Cipeundeuy yang selalu mendukung setiap kegiatan siswa yang sifatnya positif. Bahkan ketika sakit sekalipun seperti saat ini, beliau tetap memikirkan anak-anak didiknya. Semoga lekas sembuh, Pak.

 Selamat Hari Pahlawan!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun