Pemikiran mengenai eksistensi Tuhan tidak berkembang karena patristik berlandaskan pada doktrin-doktrin gereja. Patristik melarang dan mengharamkan segala sesuatu hal pemikiran yang menentang doktrin gereja. Maka dari itu tidak ada pendidikan atau pemikiran yang menggambarkan Tuhan sehingga pengetahuan pada saat itu  tidak berkembang.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!