Mohon tunggu...
Serigalapemalas
Serigalapemalas Mohon Tunggu... Wiraswasta - Nihilistik

Penulis pemalas yang nggak suka-suka amat menulis

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Grup Jual Beli Facebook, Terlihat Jenaka Namun Berdampak Nyata bagi Pelaku Usaha

20 Januari 2022   10:38 Diperbarui: 20 Januari 2022   10:40 1220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berubah nama jadi Meta, namun facebook tetap sama. Ya, meski perusahaan induk Mark Zuckerberg itu kini fokus pada metaverse, rupaya dengan kearifan lokal nan membanggakan, di republik kita tercinta ini, facebook masih menjadi media sosial yang cukup mempesona.

Sebab, setelah di gempur pengguna ibu-ibu dan bapak-bapak yang kadang absurd, facebook malah menjadi primadona baru dan lahan basah paling menjanjikan bagi pelaku usaha. Hal ini di tenggarai oleh grup jual beli makanan hingga barang bekas. Yang mana di setiap kota biasanya memiliki basisnya sendiri.

Kehadiran pengguna orang tua ini juga turut mengubah image facebook dari alay menjadi media sosial yang ramah penjual, hingga beberapa manfaat lain yang hanya dirasakan oleh pengguna facebook sekarang.

Membuat Roda ekonomi lokal berputar

Grup jual-beli facebook baik dari hp bekas, motor bekas, onderdil, makanan dan lainnya yang sangat amat beragam, seakan menjadi harta karun hingga thrift shop yang menjadi titik temu pembeli dan penjual dalam satu kota.

Disamping dekat dan murah, pembelian barang dari sebuah grup jual beli di facebook cukup aman. Sebab, pembayaran umumnya dilakukan dengan sistem COD dan barang di review terlebih dahulu di tempat. Cocok, kemudian bayar.

Pun demikian dengan Delivery Order (DO) makanan, buah, sayur hingga bumbu dapur yang acapkali terlihat banyak pemesanan lewat forum grup tersebut. Hal ini bukan hanya memutar roda ekonomi kota setempat, bahkan sukses memberikan lapangan kerja baru bagi penduduk kota bersangkutan. Seperti jasa pengiriman hingga reseller sayuran.

Hasil pertanian terserap dengan baik

Bukan hanya makanan cepat saji atau motor bekas, hasil pertanian para petani pun terserap dengan baik di grup jual beli facebook ini.

Jika dulu petani tak tahu memasarkan hasil panen mereka, kini dengan adanya grup tersebut, para petani bisa langsung berinteraksi dengan pembeli tanpa perlu menjual ke tengkulak terlebih dahulu.

 Apalagi jika komoditas yang mereka pasarkan adalah sayuran, buah-buahan atau tanaman rimpang lain yang sering menjadi rebutan warga facebook.

Pasar online facebook juga menjadi pusat sayur-sayuran segar hasil panen para petani lokal. Sehingga kesegaran dan kualitasnya sungguh amat terjaga. Disamping memberikan manfaat materi bagi petaninya juga.

Jika generasi sekarang memandang sebelah mata facebook karena mulai membosankan, hal ini malah berdampak baik setelah di ambil alih oleh para orang tua latah yang baru kenal media sosial.

Sebab, para orang tua yang kini mendominasi facebook, malah sukses menjadikan platform tersebut sebagai media sosial bermanfaat, terutama bagi pelaku umkm dan warga lokal.

Bahkan, layanan pesan antar makanan online dari pedagang grup facebook saja sering menjadi pilihan karena lebih murah dan biaya DO terjangkau. Pun demikian dengan fungsi e-commerce barang bekas disana yang sukses memalingkan pengguna dari marketplace B2C besar lainnya.

Hingga beberapa tahun kedepan, popularitas marketplace facebook dengan grup jual belinya mungkin memiliki penggemarnya tersendiri. Wabil khusus untuk ibu-ibu muda dan bapak-bapak penjual onderdil motor bekas yang menjadi nyawa dari transformasi grup jual beli tersebut.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun