Prosedur mengetahui pencapaian kehalalan produk yang sesuai dengan prinsip Islam juga melibatkan beberapa hal penting untuk bisa memastikan produk tersebut sudah memenuhi standar dan kriteria Islam. Langkah awal yaitu meneliti secara mendalam tentang bahan-bahan yang digunakan dalam produk tersebut.Â
Bahan-bahan yang memenuhi kriteria ialah bahan tidak haram atau meragukan menurut hukum Islam. Contohnya, yang mengandung alkohol atau bahan hewan yang tidak jelas kehalalannya.
Cara yang paling mudah untuk memastikan produk tersebut halal yaitu memastikan produk tersebut terdapat sertifikasi halal dari lembaga yang berwenang. Jika sudah mendapat logo halal dari lembaga yang berwenang tentu tidak perlu risau karena lembaga tersebut melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bahan-bahan, proses produksi, dan kondisi fasilitas untuk memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan kehalalan.
Setelah adanya sertifikasi halal juga memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk tersebut telah memenuhi nilai dan kriteria keislaman. Bagian penting lainnya dari pencapaian kehalalan produk ialah menyediakan informasi akurat dan jelas kepada konsumen. Produk harus diberi label yang mencantum informasi tentang bahan-bahan yang digunakan sehingga saat pembeli ingin membaca komposisi tidak bingung lagi.Â
Pencapaian kehalalan produk yang sesuai dengan prinsip Islam melibatkan penelitian bahan, sertifikasi halal, pemenuhan standar kebersihan, dan pengawasan yang ketat. Pengawasan ialah langkah penting untuk memastikan produk nail gel memenuhi persyaratan kehalalan yang ditetapkan dalam Islam. Hal ini melibatkan pengawasan bahan baku, proses produksi, kualitas produk serta pelaksanaan audit baik internal maupun eksternal.Â
Produsen dapat memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam kuteks adalah halal dan tidak mengandung zat haram jika dilakukan pengawasan secara ketat. Tetapi alangkah baiknya kepada kaum muslimah jika sedang memasuki fase suci dan harus melakukan salat fardu wajib 5 waktu, jangan memakai kuteks karena ditakutkan menutupi area yang seharusnya terkena air wudhu.Â
Dalam Menjalankan Ibadah Salat, jika ada Bagian yang tidak terkena oleh air wudhu, maka sudah bisa dipastikan salat yang dijalankan tidak sah. Walau tidak ada perintah spesifik mengenai kuteks, diharapkan bagi kaum muslimah lebih baik menghindari.Â
DAFTAR PUSTAKA
Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah. Fiqih Wanita. (Jakarta: Al Kautsar, 1998)Â
Hidayat, Mohamad, 2010, an Introduction The Sharia Economic Pengantar Ekonomi Syariah, Jakarta: Zikrul Hakim
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H