"leave my door open just a crack
please take me away from here"
      Sesaat kemudian Anjani berlari keluar rumah, mencari kunang kunang yang banyak berpendar di halaman. Anjani ingin menangkap kunang kunang itu--setidaknya tiga ekor--lalu akan dimasukkannya ke toples kaca.
"Cause I saved a few and I keep them in a jar"
      Anggap saja, ketiga kunang kunang itu adalah Bagas, Papa dan Mamanya. Setidaknya kunang-kunang itu, yang akan menemaninya, menyantap sirloin steak yang sudah dimasaknya hari ini.
"to ten million fireflies ...
I'm weird 'cause I hate goodbyes"
      Sebuah mobil, kemudian memasuki pekarangan rumah Anjani. Tak lama kemudian, terlihat seorang laki-laki dan perempuan setengah baya, keluar dari dalam mobil. Anjani setengah tidak percaya atas apa yang dilihatnya. Mama dan Papa Bagas datang mengunjunginya.
      Mereka berjalan ke arah Anjani berdiri, sejenak melihat apa yang sedang dilakukan Anjani--gadis itu berusaha menangkap kunang-kunang, untuk dimasukkan ke toples kaca.
      "Anjani--apa yang kamu lakukan, Nak?" Mama Bagas berkata sambil menghampiri Anjani.
      "Eumm--mau menangkap kunang-kunang, Tante..."
      "Rere mana? Ada di dalam rumah?" Mama Bagas kemudian menanyakan keberadaan adiknya.
      "Iya--ada. Silahkan masuk, Tante." Anjani lalu mempersilakan Mama dan Papa Bagas memasuki rumahnya.
      Sesampainya di dalam--Mama dan Papa Bagas melihat--di ruang makan sudah tersedia hidangan yang tertata rapi. Dengan sebatang lilin di tengah meja yang mulai meredup.
     "Sepertinya kamu sedang merayakan sesuatu ya, Anjani?"