Teori lain yang dapat kita pelajari adalah dorongan dari pembawaan untuk memperoleh (drive to acquire), mengikat (drive to bond), belajar (drive to learn), dan mempertahankan (drive to defend) yang berkaitan dengan baik emosi maupun rasionalitas.Â
Ketika menjadi seorang pemimpin atau leader ada tiga faktor pendorong utama motivasi yang dapat diterapkan yaitu:
- Energize adalah apa yang dilakukan pemimpin ketika mereka menetapkan contoh yang benar, mengkomunikasikan dengan jelas dan menantang dengan cara yang tepat.
- Encourage adalah apa yang dilakukan pemimpin untuk mendukung proses motivasi melalui pemberdayaan, coaching dan penghargaan.
- Exhorting adalah bagaimana pemimpin menciptakan pengalaman berdasarkan pengorbanan dan inspirasi yang menyiapkan landasan di mana motivasi berkembang.
Aku telah menuliskan tentang pentingnya belajar digital marketing di era 4.0 pada artikel berikut: Digital Marketing Era 4.0
Pada tataran yang lebih operasional dapat melakukan pendekatan untuk memotivasi seseorang dengan mengatur job design, employee involvement, dan menggunakan reward.
Tantangan dalam memotivasi seseorang sangat tinggi. Kita sebagai manajer perlu memahami bahwa motivasi tidak sama dengan kinerja. Perbedaan individual merupakan salah satu penyebab rendahnya motivasi harus dipertimbangkan. Motivasi adalah goal-directed, maka proses dan penetapan tujuan harus dilakukan melalui prosedur yang tepat.Â
Umpan balik memberikan informasi dan arah yang diperlukan untuk menjaga pekerja fokus pada tugas, aktivitas, dan tujuan yang relevan. Manajer harus mengusahakan umpan balik yang spesifik, tepat waktu, dan akurat kepada pekerja. Tidak boleh dilupakan bahwa budaya organisasi mempengaruhi motivasi dan perilaku pekerja secara signifikan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H