Bagian lainnya yang menarik dari cerita "Drive My Car" adalah pertunjukan itu sendiri. Kafuku kembali bereksperimen dengan pentas drama multibahasanya sebagai sutradara. Tim dramanya ada yang menggunakan dialog berbahasa Mandarin dan juga bahasa isyarat ala Korea. Mereka mementaskan "Uncle Vanya" karya Anton Chekov.
Sama seperti kehidupan Kafuku yang lambat berubah, Kafuku juga membuat para aktor dan aktris berlatih membaca skrip dan menghafal dialog, baru kemudian berlatih gerakan.
Film ini memang memiliki tempo yang lambat, selaras dengan sikap Kafuku yang sebenarnya seolah-olah menolak perubahan dan terus terbenani dengan rasa bersalahnya. Perubahan dari sikap dan emosi Kafuku baru berubah setahap demi setahap, apa adanya.
Dari beberapa karakter yang muncul dalam film ini, sosok Hidetoshi Nishijima dan Toko Miura adalah yang paling menyita perhatian.
Hidetoshi Nishijima adalah aktor Jepang yang wajahnya familiar karena ia juga membintangi serial drama kuliner Netflix berjudul "What Did You Eat Yesterday".Â
Perannya sebenarnya tak jauh beda dengan perannya di serial drama tersebut yang juga minim ekspresi dan relatif pendiam. Namun di film ini, kerapuhan dan emosinya lebih terlihat, dari mimik wajah, saat ia menarik nafas, sorot mata dan juga nada berbicaranya.
Sedangkan Toko Miura sebagai si driver adalah penyanyi yang dikenal mengisi tembang soundtrack animasi "Weathering With You". Dalam perannya di sini wajahnya nampak lelah dan juga tak begitu menunjukkan emosi. Namun rupanya ia juga punya masa lalu yang berat, dan seperti Kafuku, ia juga menyimpan rasa bersalah.
Kedua orang beda generasi yang sama-sama menyimpan beban masa lalu dipertemukan di sebuah kendaraan, dan mereka melangkah bersama.
Adegan di bagian akhir adalah konklusi yang menarik. Diperkuat dengan gambar-gambar sinematik selama keduanya melakukan perjalanan untuk melepas beban masa silam.
Tak banyak skoring di sini, keheningan pun sering hadir di antara keduanya, atau sering kalinya adalah suara kaset rekaman dialog pementasan.