Mohon tunggu...
Dewi TriMurniningsih Saputri
Dewi TriMurniningsih Saputri Mohon Tunggu... Guru - Guru SMP Maria Mediatrix Semarang _ Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Atmajaya Yogyakarta

Traveling,kuliner

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Membangun Citra Positif Sekolah sebagai Strategi Pemasaran dalam PPDB

21 Juni 2024   17:00 Diperbarui: 22 Juni 2024   13:32 997
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dok pribadi kolaborasi yang menyenangkan

  

Membangun Citra Positif Sekolah sebagai Strategi Pemasaran dalam PPDB 

Citra positif dapat dimaknai sebagai pandangan positif dari publik mengenai fakta pribadi dan atau fakta organisasi. Dalam artikel ini, organisasi merujuk pada instusi sekolah. Citra positif institusi sekolah dapat dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran dalam kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru ((PPDB). Dalam manajemen di perusahaan, citra positif sudah kerap digunakan dalam kegiatan pemasaran produk-produk perusahaan. 

Bagaimana dalam konteks insitusi sekolah peran citra positif dapat mengangkat pemasaran sekolah lewat kegiatan PPDB?

Di tengah badai fenomena menyusutnya calon siswa baru yang dialami sekolah-sekolah swasta karena persaingan yang kian tajam antarsekolah swasta dengan sekolah swasta, dan atau antarsekolah swasta dengan sekolah negeri, persoalan ini menuntut penyelenggara sekolah berbenah dalam manajemen pemasarannya. Citra positif sekolah dapat dijadikan pilihan sebagai strategi pemasaran yang dari segi pembiayan cenderung lebih murah dan membuahkan hasil yang maksimal. Citra positif sekolah merupakan kata kunci untuk memengaruhi sikap orang tua dalam memutuskan pilihan memilih sekolah bagi putra-putrinya. Gambaran orang tua siswa tentang citra positif suatu sekolah akan menuntun jalan pikiran mereka pada penentuan objek sekolah yang dirujuknya. Citra sekolah yang positif ini bersifat permanen dalam stimulus pikiran orang tua. Jika orang tua tersebut memilik dua orang anak, maka pilihan sekolah untuk anak kedua akan jatuh pula pada pilihan sekolah anak yang pertama. Hal ini merupakan suatu kelebihan bagi sekolah dalam pikiran publik.

Awal membangun citra positif sekolah

Membangun citra positif sekolah tidak dapat dilakukan dengan instan pada saat menjelang PPDB. Namun melalui proses tahapan-tahapan jangka panjang dan jangka menengah. Setiap tahapan tentu adan catatan atau evaluasi supaya agenda membangun citra positif itu dapat berjalan berkesimbungan dan akuntabel. Agenda dapat dilkukan dengan melibatkan seluruh  komponen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan, bahkan dapat melibatkan alumni, orang tua, pemangku kepentingan lain, dan masyarakat di sekitar sekolah.

Aspek citra positif sekolah

Setidaknya ada lima aspek yang dapat memengaruhi citar positi sekolah. Pertama adalah citra profil warga sekolah. Citra profil warga sekolah meliputi citra kepala sekolah, citra guru, citra karyawan, citra siswa, dan citra masyarakat sekitar sekolah. Aspak kedua yang dapat membangun citra sekolah adalah fasilitas sekolah, dan ketiga adalah standaar komunikasi yang dibangun sekolah.

Citra kepala sekolah

Paradigma sekolah swasta dalam tren sekarang sudah mengalami perubahan yang signifikan. Dahulu peran sekolah sebagai lembaga nonprofit yang mengedapankan aspek-aspek sosil. Sekarang sudah mulai berubah, dari fungsi sosial ke lembaga profit yang semuanya harus dikaji aspek profitnya. Kepala sekolah punya peran penting dalam perubahan fungsi tersebut. Untuk itu, kepala sekolah harus membangun citra positif untuk pemasaran sekolahnya. Citra positif sekolah melalui kepala sekolah dapat diupayakan melalui kemampuan akademis kepala sekolah, kemampuan berkomunikasi, dan tampilan gestur yang menarik. Kepala yang profesiaonal yakni berkemampuan akademis, bekemampuan membangun komunikasi, bermoral, dan bergestur baik akan membangun kepercayaan publik terhadap sekolah tersebut. Tanpa hal tersebut sekolah akan mendapatkan nilai merah dan lambat laun akan ditinggalkna konsumennya.

Citra guru

Kehadiran guru dalam pendidikan punya peran sentral. Kehadiran guru dalam masyarakat, kehadiran dalam kelas memengaruhi eksistensi sekolah tempa ia mengabdi. Untuk itu, guru mesti mampu membangun citra positifnya dengan upaya konkrit seperti punya kemampuan akademis sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Guru juga harus punya kemampuan berkomunikasi dengan baik. Pilihan kata, logika berpikir ketika di dalam kelas sangat berkorelasi dengan pembangunan citra posit sekolah. Hal lain yang harus dipenuhi guru  dalam membangun citra positif adalah harus menjunjung tinggi etika dalam setiap aktivitas di sekolah dan di masyarakat. Setidaknya guru juga banyak berlitersi sehingga ia punya pengetahuan yang memadai ketika berada di kelas. Guru juga harus berpenampilan menarik karena ia adalah tokoh sentral yang bisa menjadi acuan para muridnya. Kemampuan-kemampuan tersebut akan berkorelasi dengan sikap publik/orang tua untuk memutuskan pilihan sekolah sesuai dengan harapan mereka.

Citra siswa

Citra siswa di sekolah merupakan gambaran umum mengenai perilaku, prestasi, dan kepribadian siswa dalam lingkungan pendidikan. Citra ini tidak hanya mencerminkan bagaimana siswa dilihat oleh guru, staf, dan sesama siswa, tetapi juga oleh komunitas luar sekolah. Membangun citra siswa yang positif adalah penting karena dapat mempengaruhi pengalaman belajar mereka, hubungan sosial, serta peluang masa depan. Siswa di sekolah diharapkan menunjukkan perilaku yang baik dan etika yang kuat. Ini mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan rasa hormat terhadap guru, staf, dan teman-teman mereka. Perilaku positif ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan akademis dan sosial siswa. Sekolah sering kali menanamkan nilai-nilai ini melalui program pembinaan karakter dan aturan sekolah yang jelas. Prestasi akademis adalah salah satu aspek utama yang membentuk citra siswa di sekolah. Siswa yang rajin belajar, aktif dalam kelas, dan mencapai nilai yang baik menunjukkan komitmen terhadap pendidikan mereka. 

Prestasi akademis tidak hanya diukur dari nilai ujian, tetapi juga dari partisipasi dalam proyek, tugas, dan kegiatan belajar lainnya. Guru dan staf mendukung siswa dalam mencapai prestasi akademis dengan menyediakan sumber daya dan bimbingan yang diperlukan. 

Partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler juga memainkan peran penting dalam membentuk citra siswa. Kegiatan seperti olahraga, seni, klub ilmiah, dan organisasi siswa memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di luar kurikulum akademis. Siswa yang aktif dalam ekstrakurikuler sering kali dipandang sebagai individu yang bersemangat dan berdedikasi, yang mampu menyeimbangkan antara studi dan kegiatan lain. Keterampilan sosial yang baik juga merupakan komponen penting dari citra siswa. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan menunjukkan empati serta kepedulian terhadap orang lain adalah keterampilan yang sangat dihargai di sekolah. Siswa yang memiliki keterampilan sosial yang kuat cenderung lebih mudah beradaptasi dan memiliki hubungan yang harmonis dengan teman-teman dan guru.

Kepemimpinan adalah aspek lain yang memperkuat citra positif siswa. Siswa yang mengambil peran kepemimpinan dalam kegiatan sekolah, seperti menjadi ketua kelas, anggota OSIS, atau kapten tim olahraga, menunjukkan kemampuan untuk memimpin dan menginspirasi orang lain. Kepemimpinan ini tidak hanya membantu dalam perkembangan pribadi mereka tetapi juga berkontribusi pada komunitas sekolah secara keseluruhan.

Citra masyarakat sekitar

Citra masyarakat sekitar sekolah adalah gambaran umum mengenai bagaimana komunitas di sekitar sekolah berinteraksi dan mendukung lingkungan pendidikan. Masyarakat yang positif dan mendukung memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer yang kondusif untuk belajar dan tumbuh. Dukungan dan keterlibatan masyarakat dapat berdampak besar pada kesuksesan dan kesejahteraan siswa serta keseluruhan ekosistem pendidikan.

Citra standar komunikasi sekolah

Citra standar komunikasi sekolah yang baik adalah indikator penting dari kualitas dan profesionalisme sekolah. Dengan komunikasi yang profesional, transparan, konsisten, dan responsif, sekolah dapat membangun hubungan yang kuat dan positif dengan siswa, orang tua, staf, dan masyarakat sekitar. Standar komunikasi yang tinggi tidak hanya mendukung operasional sekolah yang efisien tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan mendukung keberhasilan siswa.

Citra positif yang dikembangkan secara berkesinambungan, terukur, dan akuntabel pada akhirnya dapat mengubah keputusan orang tua siswa untuk menentukan pilihannya pada institusi sekolah bagi anaknya. Citra positif sekolah dapat menjadi brand yang kokoh sebagai kekuatan yang pada akhirnya bisa menambah positive value sebagai kekuatan dalam PPDB dan kepercayan publik di tengah fenomena persaingan antarsekolah yang kian tajam.

Dewi Tri Murniningsih Saputri

Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Atmajaya Yogyakarta

Dosen : Dr. Pramudianto, S.Th, SE., M.Min., MM.


 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun