Mohon tunggu...
Devira Sari
Devira Sari Mohon Tunggu... Psikolog - Psikolog Klinis

Saya adalah Psikolog yang menyukai dunia tulis menulis dan Sastra. Tarot Reader. A Lifelong Learner. INFJ-A. Empath. Sagittarian.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Penyebab dan Jenis Psikosomatis

30 Agustus 2020   20:00 Diperbarui: 30 Agustus 2020   23:07 248
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

4. Faktor Kepribadian

Orang dengan ciri kepribadian di cluster C (mudah cemas) seperti Dependent (bergantung), Avoidant (menghindar) dan Obsesive Compulsive (perfeksionis). Selain itu tipe kepribadian Histrionic (haus perhatian) sering terlihat pada kasus psikosomatis tertentu.

5. Tubuh Yang Lemah 

Memiliki penyakit bawaan atau penyakit kronis, imun tubuh sedang menurun akan membuat seseorang lebih rentan terhadap psikosomatis.

Teori Kelemahan Organ (Theory Of Somatic Weakness) mengatakan bahwa gangguan psikosomatis akan terjadi pada seorang yang mempunyai organ yang secara biologis sudah lemah atau peka. Kelemahan bisa terjadi karena faktor genetik, penyakit atau luka sebelumnya.

6. Emosi Negatif Yang Terpendam

Memendam emosi atau perasaan tidak hanya berdampak pada gangguan psikis tetapi juga dapat berdampak langsung pada gangguan kesehatan tubuh. Emosi itu tidak hanya sebatas kata-kata keras / menyakitkan yang diucapkan seseorang pada saat ia marah loh. Tapi emosi itu bisa dalam berbagai bentuk seperti kemarahan, kekhawatiran, kesedihan, kesepian, ketakutan, kecemburuan, dan emosi negatif lainnya. Suatu emosi negatif memiliki dampak spesifik terhapat organ tubuh tertentu, antara lain :

a. Kemarahan didefinisikan sebagai perasaan yang intens dalam menanggapi rasa frustrasi, sakit hati, kecewa atau terancam. Orang yang pemarah lebih rentan terhadap penyakit jantung dan hipertensi.

b. Sering khawatir tentang masalah tertentu menyebabkan masalah perut seperti muntah, diare, dan maag.

c. Kesedihan dan duka cita adalah emosi berkepanjangan yang dapat melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan dan sesak napas (asma).

d. Kesepian menciptakan ketidakharmonisan dalam paru-paru dan menghambat aliran darah dan oksigen yang beredar ke seluruh tubuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun