“Wah, menggambar cap jari ya?” Ucap Julia.
“iya benar. Itulah tujuannya seperti kata Ahmad, juga supaya kita tetap selalu mengingat satu sama lain kalau kita pernah sedekat ini,” Jelas Farhan.
“Entah apa yang terlintas dalam pikiran kalian, yang jelas kalian sungguh luar biasa. Aku tidak tahu apa nasib aku kalau dari awal tidak bertemu dengan kalian, kamu juga julia,” Ujar Rahma.
“Ah... mari berpelukan guys,” Usul Julia.
Setelah itu mereka berbincang-bincang sambil bercanda tawa, dan tiba-tiba terlintas dalam pikiran Rahma bahwa ia ingin segera memberi tahu para sahabatnya tentang rahasia yang selama ini ia simpan. Dan kalau ia tunda lagi, ia yakin bahwa mereka akan kecewa padanya. Tetapi tiba-tiba Ibu Rachelia datang.
“Hayo anak-anak ibu, lagi ada apa kalian disini malam-malam? Ini kan sudah jamnya untuk tidur,” Tanya Ibu Rachelia.
“Ermm, ini bu, anu...,” Ucap Ahmad terbata-bata karena kaget.
“Assalamu’alaikum Ibu Rachelia, maaf ya kami malam-malam berada diluar kamar kami masing-masing. Kami disini karena tidak bisa tidur bu, dan semua dekorasi ini kedua teman laki-laki kami yang baik hati yang membuatnya dengan susah payah untuk saya dan Julia bu,” Jelas Rahma dengan terlihat tenang walau sebenarnya ia pun takut.
“Iya bu, benar. Maaf ya kalau sekiranya ini akan berantakan, tetapi pasti akan kami bereskan kok nantinya,” Tambah Julia.
“Ibu tidak marah kok nak, hanya saja ini sudah larut takutnya terjadi apa-apa terhadap kalian,” Jelas Ibu Rachelia yang tenang.
“Ibu tenang saja, aku dan Ahmad akan selalu menjaga kedua teman perempuan kami dengan baik kok,” Ucap Farhan.