Mohon tunggu...
Desi Fitriyah
Desi Fitriyah Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Ekonomi syariah

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Konsumsilah Makanan yang Baik untuk Hidup yang Lebih Baik

16 Februari 2019   20:04 Diperbarui: 16 Februari 2019   20:19 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Islam mengajarkan pola konsumsi  dan berorientasikan akhirat demi meratakan kesejahteraan manusia. Membelanjakan harta untuk membantu perekonomian masyarakat miskin merupakan suatu keharusan, karena di dalam ajaran islam satu orang muslim dengan yang lainnya diibaratknan seperti satu badan ketikan salah satu anggota tubuhnya merasakan sakit, maka semua anggot tubuh yang lainnya juga akan sakit.

Perintah untuk membelanjakan uang di jalan Allah tercantum setelah ajaran beriman kepada Allah dan Nabi-Nya . ini mrupaka petanda adanya kewajiban dalam pembelanjaan uang tersebut, dan bukan sekedar anjuran yang boleh di kerjakan atau ditinggalkan . kombinasi antara iman dan infaq banyak terdapat dalam AL-qur'an dalam surat AL-baqarah (2): 3.

Islam meberikan sikap yang tegas untuk budaya konsumerisme, yaitu pelaranga terhadap sesuatu yang berlebih-lebihan ,dan tidak mendatangkan manfaat .disebut dalam Al-Qur'an yang artinya:

" Dan berikanlah kepada kelurga-keluarga yang dekat akan haknya .kepada orang miskin yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros, sesungguhnya para pemboros itu adalah sudara-saudara setan dan setan itu adalah yang sangat ingkar kepada tuhannya."

Etika konsumi dalam islam , Adil,  kehendak bebas, amanah,halal, sederhana dampak negative konsumsi yang tidak baik yaitu : tidak terarturnya keuangan,ibadah tidak nyaman dan mebahayakan kepada kehidupan kedepannya. Konsumen di katakana rasional dalam islam jika terpatri di dalam hidupnya:

  • Melakukan konsumsi yang bersifat pertengahan, tidak kikir dan tidak boros,
  • Ia tidak hanya mengkonsumsi barang  kebutuhan dunia  namun juga kebutuhan akhirat
  • Keranjang konsumsi-Nya akan lebih kecil dari konsumen sekuler karena hanya berisi barang halal thayyib dan mengeluarkan barang haram.
  • Ia tidak menimbun hartanya namun membelanjakan atau menggunakannya untun investasi produktif
  • Kesimpulnya dalam agama kita tidak boleh menghambur-hamburkan uang dan kita harus memikirkan disekitarnya kita.                
  • DAFTAR PUSTAKA

Dewan pengurus nasional FORDEBI & ADESY, 2016, ekonomi dan bisnis islam seri konsep dan aplikasi ekonomi dan bisnis islam, Jakarta, rajawali pers.

M.Nur Rianto Al-arif ,M.Si. Dan Dr. Euis Amalia, M,Ag.2006, TEORI MIKROEKONOMI,jakarta.

Fauziah ika yunia dkk, 2014, prinsip dasar ekonomi islam perspektif maqosid al-syariah, jakarta kencana prenadamedia grub.

 Sulaeman jajuli, 2018, ekonomi dalam al-qur'an, Yogyakarta, CV BUDI UTAMA.

Bustanul karim ,2018, prinsip pembangunan ekonomi umat,  Yogyakarta, Diandra kreatif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun