Namun kemudahan mendapatkan BBM disini tidak berarti karena pendistribusian BBM bisa dilakukan mudah. Mobilitas penduduk & wisatawan di Bali sangat tinggi, baik menggunakan sarana kendaraan di darat, laut maupun udara. Kemacetan mulai terjadi di titik-titik jalan tertentu pada sore hari.
Pembangunan jalan raya yang meliputi pelebaran jalan, jalan underpass, jalan bypass dan Tol Bali Mandara yang dibangun di atas laut pun telah dilakukan. Pemerintah berupaya terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk kemudahan mobilitas bagi masyarakat.
Kebutuhan akan gas juga sangat tinggi, terlihat truk-truk pengangkut gas keluar masuk SPBE. Dengan jumlah penduduk dan wisatawan yang tinggi tentu semakin tinggi pula kebutuhan akan konsumsi BBM, gas & listrik.
Energi di Bali didistribusikan selama 24 Jam setiap hari, nonstop. Tidak ada kata untuk tidak bisa mendapatkan energi. Hal ini juga tidak luput dari semua pihak yang berperan dalam pendistribusian energy. Mulai dari sumber daya manusia yang merupakan rakyat Indonesia sendiri, maupun berbagai fasilitas pendukung yang dioperasikan yang juga selalu membutuhkan perawatan.
Peranan dari penjual bensin eceran yang membawa BBM dari kota ke desa yang belum terdapat SPBU. Peranan dari sopir-sopir truk tangki dan sopir truk LPG yang bekerja tanpa mengenal waktu. Serta peranan dari mekanikal yang selalu melakukan control dan perawatan pada sarana & prasarana untuk pendistribusian energi.
Sebagai sebuah perusahaan yang memikul tanggung jawab untuk selalu menyediakan kebutuhan akan energi, Pertamina telah melakukan manajemen dan melangkah dengan baik. Rakyat Indonesia pun demikian, selain distribusi energi yang sangat kompleks telah dilakukan oleh pertamina sebagai sebuah BUMN, sumber daya manusia pun terlibat di dalamnya, yang tak lain adalah Rakyat Indonesia sendiri.
Jika terdapat sebuah penghargaan, penghargaan itu adalah penghargaan bersama untuk Rakyat Indonesia & Pertamina.
Salam Sinergi,
Sumber referensi: