Mohon tunggu...
Deni Saputra
Deni Saputra Mohon Tunggu... Guru - Seorang Guru dan Penggiat Literasi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Belajar menulis untuk memahami kehidupan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Bahasa: Yuk, Berliterasi dengan SQ3R!

19 Oktober 2021   13:29 Diperbarui: 19 Oktober 2021   13:36 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Yuk, Berliterasi dengan SQ3R!

(ADS)

Pengajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah pengajaran keterampilan berbahasa, bukan pengajaran tentang berbahasa. Keterampilan-keterampilan berbahasa yang perlu ditekankan dalam pengajaran berbahasa Indonesia adalah keterampilan reseftif (mendengarkan dan membaca) dan keterampilan produktif (menulis dan berbicara). 

Pengajaran berbahasa diawali dengan pengajaran keterampilan reseptif, sedangkan keterampilan produktif muncul pada tahapan selanjutnya. Peningkatan kedua keterampilan tersebut akan menyatu sebagai kegiatan berbahasa yang terpadu.

Salah satu keterampilan berbahasa yang perlu peningkatan khusus adalah membaca. Membaca mereupakan langkah awal untuk meningkatkan kembampuan berbahasa lainnya, yaitu menulis dan berbicara. 

Membaca menurut Soedarso (2006:4) adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar yang terpisah-pisah, meliputi menggunakan pengertian, khayalan mengamati sampai mengingat-ingat.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kemampuan siswa dalam membaca pemahaman tidak sesuai dengan harapan. Banyak siswa yang belum mampu menentukan pokok pikiran dan menyimpulkan isi teks bacaan dalam beberapa kalimat sehingga hasil belajarnya juga kurang baik. Pada hakikatnya, membaca itu memerlukan tujuan tertentu, yaitu memahai isi dari teks yang dibaca.

Untuk memperoleh pemahaman isi teks bacaan memerlukan strategi atau cara tertentu untuk membaca teks tersebut. Salah satu metode membaca dalam teori membaca adalah SQ3R, yaitu Survey  Question Read Recite Review. Metode membaca SQ3R dikemukakan oleh Francis P. Robinson pada 1941. SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri atas lima langkah, yaitu Survey Question Read Recite (atau Recall) Review.

Langkah 1: Survey

Soedarso (2010: 60) mengatakan bahwa survey atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk mengenal organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk:

Mempercepat menangkap arti,

Mendapatkan abstrak,

Mengetahui ide-ide yang penting,

Melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut,

Mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan, dan

Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah.

Dengan melakukan peninjauan atau survey dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Siswa dapat fokus dan terarah terhadap teks bacaan serta memhami isi bacaan tersebut.

Langkah 2: Question

Tahap ini dilakukan bersamaan dengan proses survey terutama ketika siswa mempelajari atau mulai membaca sekilas halaman demi halaman secara cepat. Di sini siswa dituntut melakukan proses aktif dengan melakukan analisis, sintesis, maupun argumentasi terhadap pokok pikiran yang disampaikan penulis dalam teks bacaan. Anda bisa menciptakan berbagai pertanyaan. Gunakan kata-kata siapa, apa, kapan, di mana, atau mengapa.

Langkah 3: Read

Membaca merupakan langkah ketiga, setelah survey dan membuat berbagai pertanyaan sesuai teks bacaan. Langkah membaca akan menjawab dari semua pertanyaan yang diajukan pada langkah kedua. Pada tahap ini pun siswa akan terkonsentrasikan untuk mendapatkan ide pokok serta mengetahui secara detail hal-hal yang penting pada teks bacaan.

Langkah 4: Recite atau Recall

Setelah selesai membaca, siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan atau menyebutkan hal-hal penting dari teks bacaan itu. Langkah ini dilakukan untuk menguji pemahaman atas apa yang telah dibaca. Proses ini dilakukan dengan menceritakan ulang pokok pikiran yang dibahas dalam teks bacaan tersebut dengan gaya bahasa sendiri.

Langkah 5: Review

Proses review dilakukan setelah proses membaca selesai agar apa-apa yang dibaca tidak hanya masuk dalam memori jangka pendek melainkan masuk ke memori jangka panjang. Proses review awal dilakukan segera setelah mengakhiri bahan bacaan. Hal ini dilakukan mirip dengan proses "survey" di mana siswa membolak-balik halaman secara cepat sambil melakukan review singkat untuk memastikan apa-apa yang dibaca telah terpahami. Tahap ini selain membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman juga untuk mendapatkan hal-hal penting yang mungkin terlewat selama proses membaca.

Metode SQ3R memberikan strategi yang diawali dengan membangun gambaran umum tentang bahan yang dipelajari, menumbuhkan pertanyaan dari judul/subjudul suatu bab dan dilanjutkan dengan membaca untuk mencari jawaban dari pertanyaan. 

Metode ini menurut Tarigan (1994: 35) merupakan suatu rencana membaca yang terdiri dari mensurvey isi, membuat pertanyaan, membaca isi, menceritakan isi bacaan dan meninjau kembali bacaan. Dengan demikian, diharapkan dengan metode ini siswa dapat lebih mudah memahami isi teksnya dan meningkatkan prestasi belajarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun