Mohon tunggu...
Della Nur Fajrilia
Della Nur Fajrilia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga

Mahasiswi Sastra Arab

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Jejak Digital: Cinta dan Misteri di Kota Tangier Dalam Novel 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat Karya Abd Wahid Estito

22 Desember 2024   19:59 Diperbarui: 22 Desember 2024   22:41 64
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
 Cover Novel 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat (Hanya Berjarak Satu Milimeter) karya Abd Wahid Estito (Sumber: Facebook 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat)

Abd Wahid Estito dalam wikipedia dengan satu bahasa, yakni bahasa Arab adalah seorang novelis berbakat yang lahir di Tangier, Maroko pada tahun 1977. Ia telah memikat pembaca dengan karyanya yang paling menonjol 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat (Hanya Berjarak Satu Milimeter). Selain sebagai penulis, ia juga seorang jurnalis yang telah mengukir namanya di berbagai media lokal dan Arab sejak tahun 2000. Dengan pengalaman sebagai editor berita di Portal Teknologi Informasi Arab, suaranya telah menggema di Radio Tangier, Radio Kerajaan Maroko, dan Channel 4. Estito telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Penghargaan Pembuat Konten Emirat pada tahun 2001 dan Penghargaan Persatuan Penulis Maroko untuk cerita pendek remaja pada tahun 2005, menjadikannya salah satu suara terkemuka dalam dunia sastra Maroko.[i] 

Dalam artikelnya Saker berpendapat bahwa novelis Maroko, Abd Wahid Estito, meluncurkan halaman Facebook untuk novel digital interaktifnya yang berjudul 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat atau "Only One Millimeter Away". Karya tersebut jika ditelusur lebih lanjut merupakan sebuah gambar yang memikat dan tidak hanya merepresentasikan esensi novel, tetapi juga berfungsi sebagai sampul yang menarik perhatian pembaca. Interaksi antara novelis Abd Wahid Estito dan pembaca berlangsung melalui kuesioner dan pertanyaan langsung mengenai peristiwa dalam novelnya. Estito memanfaatkan berbagai fitur Facebook, seperti foto dan video, untuk memperkaya pengalaman membaca. Ia membagikan gambar dari lokasi dalam novel 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat (Hanya Berjarak Satu Milimeter) serta klip audio yang menceritakan setiap bab. Tak lupa, ia aktif berinteraksi dengan publik yang merespons karyanya.[ii] Selain itu, Asma Ibrahim dalam jurnalnya menyoroti Abd Wahid Estito sebagai pionir novel Arab interaktif di Facebook yang kemudian di unggah di akun facebook - | Facebook pada tanggal 17 Januari 2013.[iii] 

Novel 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat (Hanya Berjarak Satu Milimeter) karya Abd Wahid Estito mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda yang terjebak dalam rutinitas monoton di kota Tangier, Maroko. Tokoh utama, yang merupakan seorang pengangguran, menghabiskan hari-harinya di dalam kamar, terhubung dengan dunia luar melalui media sosial, terutama Facebook. Dalam kesendiriannya, ia berusaha mencari makna hidup dan mengatasi rasa hampa yang menggerogoti jiwanya.

Cerita ini dimulai ketika sebuah komentar negatif di akun Facebook tokoh utama yang memicu dialog tak terduga dengan seorang wanita bernama Huda. Interaksi ini membangkitkan kembali kepercayaan dirinya dan membuka jalan bagi hubungan yang lebih dalam. Namun, kehidupan tokoh utama berbalik ketika ia terlibat dalam misteri pencurian lukisan bersejarah Moroccan Mona Lisa. 

Latar belakang kota Tangier yang kaya akan sejarah dan budaya memberikan nuansa yang mendalam pada cerita. Novel ini mengeksplorasi tema cinta, kehilangan, dan pencarian identitas di tengah tantangan hidup. Dengan alur yang penuh ketegangan dan intrik, pembaca diajak untuk mengikuti perjalanan tokoh utama dalam menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihannya, serta bagaimana ia berusaha untuk menemukan kembali jati dirinya di tengah kekacauan yang melanda.

Melalui gaya puitis, Abd Wahid Estito menciptakan karya yang menghibur dan menggugah pemikiran. Setiap halaman dipenuhi deskripsi indah tentang Kota Tangier, yang seolah menjadi karakter hidup, menciptakan suasana mendalam. Novel ini membangkitkan kembali kecintaan pembaca terhadap sejarah dan warisan tanah air melalui kisah seorang pemuda pengangguran yang berjuang mengembalikan lukisan artistik ke tempat asalnya.

Berikut kutipan Novel 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat (Hanya Berjarak Satu Milimeter) karya Abd Wahid Estito :

يرشف كأس الشاي الساخن ببطء وينظر إلى سقف الغرفة متأملا. الغرفة عالمه والسقف سماؤه. يقضي هنا كل يومه بل ونصف ليله عاطل هو غير يائس وغير متفائل. يعتبر نفسه شخصا محايدا. لقد كفّ عن التفلسف منذ مدة. فقط يجلس ويفسبك. يبحر في عالم الفيسبوك ليل نهار. يقتل الوقت. يقتله الوقت.

لديه 2111 صديق لحد الآن لا يعرف عشرهم لكنهم يؤنسون وحدته.. يملؤون فراغه الذي فرغ من كل شيء منذ تخرّج.. هكذا مثل بالونة شككتها بدبوس فأصبحت كجلد عجوز في الغابرين.[vi]

(Dia perlahan-lahan menyeruput secangkir teh panasnya dan menatap langit-langit, merenungkan ruangan itu sebagai dunianya dan langit-langit sebagai langitnya. Dia menghabiskan sepanjang hari dan bahkan separuh malamnya di sini, menganggur. Dia tidak putus asa dan tidak optimis. Dia menganggap dirinya sebagai orang yang netral. Dia berhenti berfilsafat beberapa waktu yang lalu. Dia hanya duduk dan mengamati. Dia menjelajahi dunia Facebook. Siang dan malam dia menghabiskan waktu. Waktu membunuhnya. Dia memiliki 2.111 teman sejauh ini. Dia tidak mengenal sepersepuluh dari mereka, tetapi mereka menemaninya. Mereka mengisi kekosongannya, yang telah kosong sejak ia lulus. Ini seperti balon yang disematkan dengan peniti dan menjadi seperti kulit orang tua di masa lalu).

Temuan analisis dalam novel 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat (Hanya Berjarak Satu Milimeter) adalah terkait dunia digital atau dunia yang semakin terhubung. Realitanya kita dihadapkan pada pertanyaan penting: apakah media sosial menjadi jembatan yang memperkaya hidup kita atau justru menjadi sumber kesepian yang mengisolasi? Meskipun sesorang mungkin telah berhenti berfilsafat, refleksinya mengingatkan kita bahwa pencarian makna sejati dalam hidup tetap relevan, bahkan di tengah hiruk-pikuk digital. Media sosial, seperti pedang bermata dua, memiliki kekuatan untuk memperluas jaringan sosial, tetapi jika tidak digunakan dengan bijak, dapat menimbulkan rasa kesepian dan kecemasan yang mendalam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merenungkan cara kita berinteraksi dengan dunia maya dan memastikan bahwa koneksi yang kita bangun benar-benar memperkaya jiwa.

Dalam konteks karya Abd Wahid Estito, ia menciptakan sebuah terobosan dalam dunia sastra dengan novel interaktifnya yang unik, 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat (Hanya Berjarak Satu Milimeter). Karya ini disusun dari cerita pendek per bab dan diunggah di Facebook hingga menjadi novel Facebook pertama di dunia Arab. Keberanian dan inovasi Estito dalam menggabungkan narasi mendalam dengan elemen interaksi berhasil menarik perhatian luas, hingga ia meraih Penghargaan Kreativitas Arab di Dubai (2018) dari Yayasan Pemikiran Arab. Karya inovatif ini tidak hanya menandai langkah penting dalam sastra digital, tetapi juga menciptakan pengalaman baru bagi pembaca dengan menggabungkan elemen interaksi dan narasi yang mendalam. Dengan pendekatan yang baru dan kreatif, novel ini membuka jalan bagi penulis lain untuk mengeksplorasi potensi sastra interaktif dalam menjadikannya lebih hidup dan relevan di era digital saat ini.

***

[i] Wikipedia, Abd Wahid Estito , diakses 18 Desember 2024.

[ii] Saker Hassibah, "ar-Riwayah ar-Raqmiyah, Riwayah 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat , 01 Juni 2021.

[iii]Asma Ibrahim, "ar-Riawayah al-Facebook al-'Arabiyah", 30 April 2017.

[iv]Abd Wahid Estito, "Riwayah 'Ala Ba'di Milmitri Wahid Faqat", hlm. 7.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun