"Saya memulai ini benar-benar dari nol yang tidak tahu apa-apa, bermodalkan youtube aja jadinya" ucap M.Furqon, (10/03/2019).
M.Furqon dalam bisnisnya mengerjakan segalanya secara manual. Bahkan beliau membuat alat pencetaknya pun secara manual. Saat memulai bisnis ini beliau membuat dan mengumpulkan alat-alatnya terlebih dahulu seperti vacum cleaner, alat pencetak karakter, air, gergaji, resin (bahan kimia), dan bahan utamanya yaitu plastik.Â
Namun, plastik atau limbah yang digunakan pun tak sembarangan. Hanya plastik yang berbahan tebal yang bisa dibuat dan dibentuk, misalnya kompan bekas minyak, kompan bekas oli, dirigen, dan lain-lain.
"Nggak semua plastik itu bisa di digunakan dalam kerajinan ini. Hanya plastik yang berlabel HDPE dan PE saja karena memang bahannya yang tebal dan bagus" pungkas beliau.
Bahan utama dari topeng ini beliau dapatkan dari pengepulan di sekitar rumahnya. Satu kompan atau satu dirigen utuh bisa mendapatkan 2-3 topeng tergantung ukuran topeng dan ukuran dirigen tersebut. Minimal ukuran kompen atau dirigennya sekitar 2 liter untuk bisa membuat 1 topeng sedangkan jika kurang dari itu tidak bisa digunakan.Â
Proses pembuatan 1 topeng memakan waktu 3 jam. Proses paling lama berada di finishing yang bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam. Proses pembuatannya terbagi menjadi 3 tahap yaitu proses pembakaran, proses pencetakan karakter dan yang terakhir proses finishing.
Berawal dari proses pembakaran yang memakan waktu sekitar 30 menit guna membuat si limbah plastik lemas sehingga mudah dibentuk. Setelah proses pembakaran, selanjutnya proses pencetakan.Â
Pada proses pencetakan, kini beliau memiliki 6 pola cetakan karakter dimana sebelumnya alat cetaknya itu beliau membuat sendiri secara manual menggunakan tanah liat serta ke-kreativitas-nya dalam membuat karakter.Â
Saat proses pembentukan karakter, disinilah vacum cleaner digunakan guna menyedot si bahan supaya membentuk karakter yang diinginkan.Â
Setelahnya, proses terakhir yaitu proses finishing. Â Dalam proses ini terdapat pemotongan dengan gergaji, penipisan bagian-bagian tertentu, penghalusan, pengecetan, dan pemasangan tali guna menempel pada kepala orang yang menggunakan topeng tersebut.
Perihal modal dan omset usaha ini beliau tidak menyebutkan. Namun kepastian dari beliau adalah mengeluarkan modal semurah mungkin dan mendapat keuntungan sebesar mungkin.