Entah, apa penyebab yang membuat hal itu berbeda. Satu hal yang pasti, performanya di Manchester United akhir-akhir ini lebih akrab dengan kritikan dibandingkan pujian.
Apakah keputusan Deschamps salah? Nyatanya tidak, karena pada salah satu pertandingan timnas Prancis, yaitu saat melawan timnas Portugal, Pogba bermain cukup bagus. Ia mampu menjalankan peran sebagai gelandang box to box dengan baik.
Olivier Giroud
Satu nama lainnya dari timnas Prancis adalah Giroud. Pemakai nomor 9 di timnas Prancis itu awalnya sering dipanggil timnas karena performanya di klub seperti Arsenal dan Montpellier terlihat meyakinkan.
Namun seiring berjalannya waktu, porsi bermainnya di klub berkurang. Ini juga mempengaruhi produktivitasnya, hingga tanda tanya tentang kepantasannya masih membela timnas Prancis sampai 2020 ini.
Walau demikian, Giroud rupanya memenuhi klasifikasi kebutuhan Didier Deschamps. Itulah mengapa, Deschamps tidak segan untuk mengabaikan Alexandre Lacazette, meski si pemain pernah sangat buas di Olympique Lyon.
Begitu pun saat Giroud dan Lacazette menjadi rekan setim di Arsenal, Deschamps tetap memilih Giroud sebagai salah satu pilar penting untuk menggapai trofi Piala Dunia 2018. Giroud memang sama sekali tidak mencetak gol di turnamen itu, tetapi perannya di lini depan Les Blues tidak mengecewakan Deschamps.
Christian Eriksen
Pemain ini sebenarnya adalah permata yang berharga di Tottenham Hotspur. Namun, sayangnya ia harus tersisih dari skuad tersebut setelah kursi kepelatihan diambil alih oleh Jose Mourinho.
Eriksen kemudian berlabuh ke Inter Milan. Suatu kabar bahagia bagi penggemar Inter Milan, karena ada pemain bertipe playmaker ulung sekelas Eriksen.
Namun, kehadirannya di Inter Milan tidak serta-merta menjadi jawaban dari kebutuhan Inter Milan yang dilatih oleh Antonio Conte. Conte rupanya terlihat tidak begitu srek dengan permainan yang ditawarkan Eriksen.