Mohon tunggu...
Deasy Maria
Deasy Maria Mohon Tunggu... karyawan swasta -

kosong\r\n

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Waspada Predator Seksual Online

24 Oktober 2012   00:28 Diperbarui: 24 Juni 2015   22:28 2007
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dengan demikian, diharapkan semua orang tua, bahkan masyarakat luas dapat memahami bahwa tanggung jawab untuk melindungi anak-anak kita adalah hal yang paling penting untuk diingat.

Diakhir  talkshow, Mas Valen memberikan beberapa masukan untuk para orang tua, yang kemudian saya dapat rangkum sebagai berikut:

Apa Tanda Bahwa Anak Anda Memiliki Resiko On-line?

Anak anda menghabiskan banyak waktu on-line, terutama pada malam hari.

Sebagian besar anak yang menjadi korban predator seks menghabiskan banyak waktu on-line, khususnya di chat room. Mereka mungkin  on-line setelah makan malam dan pada akhir pekan. Sepulang sekolah, mereka langsung mengurung dirinya di kamar, terlihat mereka adalah anak-anak yang manis dan patuh teradap prang tua.  Tetapi dalam situasi tersebut, mereka melakukan kontak on-line melalui chatting bersama teman-teman, membuat teman baru, menghabiskan waktu, dan kadang-kadang mencari informasi seksual eksplisit. Sementara banyak pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh mungkin berharga, orang tua harus mempertimbangkan pemantauan jumlah waktu yang dihabiskan mereka untuk on-line.

Anak-anak yang on-line berada pada kondisi risiko terbesar apabila mereka melakukannya di malam hari. Sementara para pelaku biasanya on-line sepanjang waktu,  mereka bekerja di siang hari dan menghabiskan malam mereka dengan mencari dan memikat anak-anak.

Anda menemukan pornografi di komputer (media penyimpanan lain) milik Anak

Pelanggar (pemangsa/predator) seksual sering memasok calon korban mereka dengan pornografi sebagai sarana membuka diskusi seksual dan rayuan. Pornografi anak dapat digunakan untuk menunjukkan kepada calon korban (anak) bahwa seks antara anak-anak dan orang dewasa adalah "normal." Orang tua harus sadar akan fakta bahwa seorang anak dapat menyembunyikan file porno di media penyimpanan mereka yang lain (flash disk, CD/DVD, smartphone). Ini dapat terjadi jika komputer yang terhubung dengan internet juga digunakan oleh anggota keluarga lainnya.

Anak Anda menerima panggilan telepon dari orang-orang yang anda tidak tahu atau mereka melakukan panggilan, terkadang jarak jauh, ke nomor yang tidak anda kenal.

Setelah melakukan pembicaraan dengan anak secara on-line dan menemukan sensasi . Sebagian besar predator ingin berbicara dengan anak-anak di telepon. Mereka sering terlibat dalam "phone sex" dengan anak-anak dan sering berusaha untuk merencanakan sebuah pertemuan yang sebenarnya untuk melakukan seks secara nyata.

Sementara seorang anak mungkin ragu-ragu untuk memberikan nomor telepon rumahnya, para predator akan berusaha untuk melakukan percakapan dengan anak melalui auido Chat atau Video Chat.  Beberapa predator seks bahkan berani memberikan pulsa atau akun skype yang dapat melakukan panggilan bebas pulsa, sehingga korban yang potensial dapat menghubungi para predator tersebut tanpa diketahui orang tua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun