Ia duduk, angkuh menatap langit
Berceloteh tentang keelokan dirinya
Ia bangga, bertingkah pongah
Menindas manusia lain dengan narasi
Ia kejam, dengan semangat sastranya
Merasa sudah sempurna lewat syair-syairnya
Ia angkuh, dengan Bahasa yang terbantahkan
Seakan ia perwakilan Tuhan yang menghakimi
Sadarkah Ia, dengan ketidak sadarannya
Membunuh dirnya sendiri dalam jurang kebinasaan
Merenggut kehormatan dirinya yang seharusnya suci
Menghardik jiwannya dalam penjara moralitas
Ia tidak seperti matahari, tapi lebih pada polusi
Mengotori setiap jiwa yang ingin terbang bersama narasi
Ia tidak seperti udara yang menyejukan
Melamun dalam senja yang mengutuk dirinya
Gorontalo, 6 Juni 2023
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI