Pierre Oliver Gourinchas, Chief Economics and Director IMF, dalam konferensi pers, (31/01/2023), Economic Outlook Update, edisi Januari 2023 mengatakan :
 "Perekonomian Global Tidak Sesuram Perkiraan Sebelumnya".
IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 adalah sebesar 2,9 persen, ini merupakan proyeksi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya sebesar 2,7 persen.Â
Proyeksi itu menggambarkan perekonomian dunia tahun 2023 mengalami perlambatan pertumbuhan dibandingkan tahun 2022 yang mengalami pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,4 persen.Â
Tetapi berdasarkan prediksi IMF perekonomian dunia tahun 2023 tidak akan seburuk perkiraan sebelumnya, karena pertumbuhan ekonomi China dan India yang mengejutkan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Pertumbuhan ekonomi global 2023 ke arah lebih baik menurut IMF, didukung kenyataan pertumbuhan ekonomi global kuartal III tahun 2022 mengalami pertumbuhan mengejutkan, yaitu karena adanya faktor permintaan sektor swasta yang kuat, pasar tenaga kerja juga kuat, serta dampak krisis energi mengalami perbaikan.
Inflasi juga mengalami penurunan di beberapa negara. Paling utama pembukaan kembali ekonomi China jadi katalis positif terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Manufaktur China yang mengalami kontraksi dalam 3 bulan terakhir secara beruntun, diprediksi akan kembali mengalami ekspansi sebagai motor penggerak utama perekonomian China, dan perekonomian global.Â
Namun pertumbuhan ekonomi dunia akan tetap mengalami perlambatan, karena beberapa negara seperti Amerika dan Eropa masih berupaya menaklukkan laju inflasi dengan cara menaikkan suku bunga acuan, dan perang Rusia - Ukraina akan tetap menimbulkan efek buruk bagi perekonomian global.
Rencana kenaikan  suku Bunga Acuan Bank Sentral Amerika dan Eropa masih mengkuatirkan berbagai pihak.
Banyak berharap The Fed hanya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (BP) ditengah Inflasi Amerika sedang melandai, tetapi masih dalam tingkat mengkuatirkan, yaitu inflasi sebesar 6,5 persen year on year / YoY.