Mohon tunggu...
Dani Ramdani
Dani Ramdani Mohon Tunggu... Lainnya - Ordinary people

Homo sapiens. Nulis yang receh-receh. Surel : daniramdani126@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Beberapa Permainan Ini yang Membuat Ramadan Saat Kecil Menjadi Berkesan

19 April 2021   03:00 Diperbarui: 19 April 2021   03:08 1230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tiga orang anak sedang memainkan permainan monopoli. (liputan6.com)

2. Perang sarung dan kembang api

Ilustrasi perang sarung. (Kaskus) 
Ilustrasi perang sarung. (Kaskus) 

Sebelum shalat terawih dimulai, ada beberapa ritual yang dilakukan. Kalau tidak main kembang api ya perang sarung. Kembang api memang seru, tetapi lebih seru perang sarung. 

Meskipun agak menyiksa badan, permainan ini memang asyik. Agar beban pukulan makin ajib, biasanya saya mengikat ujung sarung tersebut. Terciptalah gada sarung. 

Meskipun sakit dan pusing, entah mengapa waktu itu enjoy dan terasa mengasyikkan. Pertumpahan air mata tidak begitu dihiraukan yang ada hanya keseruan. 

Akan tetapi, dalam permainan ini jangan sampai terbawa emosi. Nanti bisa perang sungguhan, yang tadinya main-main menjadi beneran. Jadi jangan terlau berlebih ketika memukul, jangan pula mengarah ke kepala. 

3. Monopoli

Permaiman monopoli. Foto: the guardian (kompas.com)
Permaiman monopoli. Foto: the guardian (kompas.com)
Jika dua permainan di atas terkesan ekstrem, permainan yang selalu saya mainkan waktu itu adalah monopoli. Berbeda dengan sekarang, monopoli waktu itu memang dimainkan secara offline. 

Permainan ini mengajarkan kita untuk mengelola sebidang tanah. Tanah tersebut nantinya akan menghasilkan uang bagi kita. Uang tersebut didapat dari sewa. 

Setiap pemain yang masuk ke dalam tanah kita akan dikenakan uang sewa tanah. Uang sewa akan meningkat apabila tanah tersebut sudah dibangun rumah atau hotel.

Secara tidak sadar, permainan ini mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi tuan tanah, tepatnya tuan tanah rakus. Seseorang dikatakan kalah apabila aset atau harta yang dia punya habis. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun