Mohon tunggu...
Varlos HansDaniel
Varlos HansDaniel Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Suka bikin artikel sambil minum susu milo

Selanjutnya

Tutup

Film

Artikel Film "Schindler's List"

3 Juli 2022   21:57 Diperbarui: 3 Juli 2022   23:50 407
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Schindler's List adalah adaptasi dari  novel  Thomas Keneally, Schindler's Ark. Steven Spielberg adalah co - sutradara dengan Steven Zaillian sebagai penulis skenario untuk mengubah Cerita Schindler menjadi sebuah film. Schindler's List diterbitkan pada tahun 1993 dan berhasil, terbukti dengan memenangkan tujuh piala Oscar pada tahun 1994.

Sebuah Film Histori yang Memancarkan Ketakutan dan Kesedihan

Pemeran utama  film ini adalah seorang pengusaha bernama Oskar Schindler (Liam Neeson)  dari Cekoslowakia. Oskar Schindler  di awal cerita sebagai karakter yang tidak baik. Sindler adalah orang yang serakah, tidak pandang bulu, dan manipulatif. Ketika dia datang ke Polandia, tugas utamanya adalah membangun  pabrik baja untuk menangani peralatan dapur dan baju besi.

Pada masa itu, Polandia telah dikuasai oleh Jerman yang menggunakan orang - orang Yahudi untuk kerja paksa. Schindler ingin menggunakan orang-orang Yahudi untuk kerja di pabriknya, guna memangkas pengeluaran dan mendapatkan profit yang lebih banyak.

pada awal kisah, orang - orang Yahudi di Polandia panik ketika mengetahui bahwa Nazi telah sukses menginvasi negara mereka. Mereka tidak punya pilihan selai melarikan diri dari tentara Nazi dalam doa untuk keselamatan. akan tetapi, sebuah kamp interniran didirikan di Polandia. Orang-orang Yahudi tertangkap dan dibawa secara paksa ke kamp. Orang - orang Yahudi tidak tau hal buruk apa yang terjadi pada mereka.

Ada banyak cuplikan sadis dan sedih dalam kisah Schindler List. Cuplikan yang selalu dikenang oleh para penonton adalah ketika orang - orang Yahudi diculik juga dijauhkan dari keluarganya. Wajah korban yang takut diculik terpampang nyata dalam cuplikan film ini dan memiliki efek emosi yang besar bagi penonton.

Berbeda dengan lingkungan sekitar, Schindler sangat merasakan hidup yang damai dan sejahtera di Polandia. Schindler juga menjalin hubungan yang baik dengan tentara Nazi dan menerima support untuk memulai pembangunan pabriknya.

Schindler menemui Itzhak Stern yaitu akuntan Yahudi dan memberikan tawaran untuk bekerja dengannya. selanjutnya Schindler di izinkan memulai bisnis, dan akuntan tersebut menolong orang - orang Yahudi dengan posisinya sebagai akuntan Schindler.

Kebiadaban Perang yang Menyadarkan Schindler

Schindler menganut misi aslinya dan telah sangat sukses di Polandia. Dia menghasilkan uang yang banyak bahkan menjadi terkenal di lingkungan petinggi Nazi. Schindler enggan peduli pada perang, karena ia fokus menyelamatkan orang - orang Yahudi.

 

Hingga akhirnya kekejaman perang terjadi di hadapan Schindler. Ia harus melihat pembantaian sadis orang - orang Yahudi oleh tentara Nazi dengan mata kepalanya sendiri. Mereka mencuri barang - barang berharga Yahudi dengan menghancurkan rumah mereka dan terus menerus menembaki orang - orang yahudi.

screen-shot-2022-07-03-at-21-36-17-62c1abe1af6ba1241b767423.png
screen-shot-2022-07-03-at-21-36-17-62c1abe1af6ba1241b767423.png
Film ini secara eksplisit menampilkan adegan pembantaian yang keji. Sang sutradara sengaja membiarkan penonton ikut merasakan kekejian yang terjadi pada perang tersebut. Penonton menjadi emosional ketika mengetahui bahwa Schindler mulai memahami akan kejamnya tentara Nazi. Schindler akhirnya menyerahkan segalanya untuk menyelamatkan orang - orang Yahudi tanpa berpikir panjang.

Schindler meminta akuntannya untuk membantunya dalam melakukan misi menyelamatkan orang-orang Yahudi. Akuntannya diminta untuk mendata nama orang - orang Yahudi dan juga Schindler membeli mereka dari pihak tentara Nazi guna menyelamatkan orang - orang Yahudi dan memulangkan mereka ke asal negaranya, supaya siksaan dari tentara Nazi kepada orang - orang Yahudi tidak berkelanjutan.

Secara garis besar, Schindler's List adalah sebuah cerita yang ditulis dengan sangat baik. Spielberg lebih memilih memakai filter hitam dan putih dari awal hingga akhir film. Dengan pilihan warna, Schindler's List terasa lebih nyata dan lebih mengarah kepada film dokumentar daripada film pada umumnya.

screen-shot-2022-07-03-at-21-36-34-62c1b1aabb448678fb37cf12.png
screen-shot-2022-07-03-at-21-36-34-62c1b1aabb448678fb37cf12.png

Apakah Perbuatan Oskar Termasuk Tindakan Etis?

Ya, apa yang dilakukan Oscar dapat dikatakan sebagai suatu tindakan yang etis karena memiliki tujuan untuk menyelamatkan nyawa banyak orang (Yahudi).  Ketika Schindler menimbang antara harus mempertahankan hartanya atau harus menyelamatkan nyawa orang - orang Yahudi. Schindler dihadapkan untuk memilih dan merefleksikan tindakan - tindakan yang benar secara moral.

Schindler melihat lagi hartanya dan ia berpikir berapa banyak lagi nyawa yang dapat dia selamatkan andaikan dia menjual barang berharga miliknya untuk menyelamatkan mereka. Jadi ada moral dalam film Schindler List ini yang dapat terlihat saat Schindler ingin menyelamatkan nyawa orang - orang Yahudi tersebut.

Adapun dilema moral atau masalah moral dari film Schindler's List ini, yaitu saat Schindler memilih pilihan untuk menyelamatkan orang - orang Yahudi sedangkan ia sendiri merupakan bagian dari tentara Nazi. Di satu sisi ia merupakan pendukung tentara Nazi yang bermisi untuk membasmi etnis Yahudi di Eropa. Di sisi lain Schindler ingin menyelamatkan nyawa orang - orang Yahudi dengan mempekerjakan mereka dan menggajinya dengan upah yang sangat rendah.

Etika Normatif Manakah Yang Dapat Membenarkan Hal yang Dipersoalkan Dalam Film Ini?

Ketika etika dibahas didalam cuplikan cerita ini, etika Normatif pada film Schindler's List ialah dengan membenarkan tindakan Schindler termasuk kedalam etika Konsekuensialis. Mengapa? karena menurut etika ini buruk dan baiknya perbuatan yang dilakukan dapat dilihat dari hasil atau tujuan orang yang melakukannya. Seperti yang kita pahami, Schindler harus membohongi tentara Nazi untuk menyelamatkan orang - orang Yahudi yang ingin dibunuh oleh tentara Nazi.

Didalam film pun jelas terlihat betapa kejamnya tentara Nazi yang melakukan pembantaian kepada orang - orang Yahudi. Nazi tanpa pandang bulu membunuh dengan keji semua orang - orang Yahudi dengan sangat sadis. Di tengah film, seorang tentara Nazi membantai orang - orang Yahudi dengan menembak mereka yang mengamankan diri di Ghetto Krakow.

Apakah Etika Deontologis Cocok Untuk Menilai Tindakan Oscar?

Dari sudut pandang kelompok Sophia, Etika Deontologis yang ada di film Schindler's list tidak lah cocok untuk membenarkan kebohongan Schindler dan melakukan suap  demi menyelamatkan orang - orang Yahudi. Ini dikarenakan etika Deontologis mengandai bahwa pemenuhan hak moral dianggap tidak baik dalam semua kondisi dan perilaku dinilai tidak sesuai dengan tujuan tersebut.

Didalam etika ini, kegiatan ilegal, merugikan orang lain, dan pelanggaran aturan dianggap benar - benar tidak bermoral. Etika Deontologis juga mengenal bahwa kebohongan adalah kebohongan dan ini tidak dibenarkan oleh prinsip moral. Oleh karena itu, etika tersebut tidak dapat digunakan untuk membenarkan kebohongan dan suap yaang dilakukan oleh Schindler.

Meski didalam etika deontologis ada keharusan dalam melakukan orang lain dengan baik dan tidak merugikan orang tersebut (manusiawi), tapi hal yang dilakukan Schindler tetap tidak bisa dibenarkan. Karena apa yang dilakukan oleh Schindler terhadap orang - - orang Yahudi dan merugikan pihak tentara Nazi yang mana adalah korban kebohongan Schindler dan itu tidak masuk kedalam etika Deontologis.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun