Mohon tunggu...
W Mjd
W Mjd Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Pekerja Migran Indonesia Jepang

Lebih sering dipanggil Dadang, seorang Pekerja Migran Indonesia asal Bandung, berbasis di Kawaguchi Saitama, bekerja sebagai perawat lansia / Kaigo-shi. Belajar Bahasa Jepang secara otodidak sejak 2019 Oktober, mendapatkan sertifikasi Japan Foundation Basic language test A2 pada Januari 2020、Japan Ministry of agriculture skill assessment test pada Februari 2020, sertifikasi Japan nursing care worker evaluation test pada Juli 2020, Mencoba terus menulis, berbagi informasi dan terus belajar Bahasa Jepang. Sampurasunichiwa!

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Poin Penting Wawancara Online dengan Perusahaan Jepang

26 Juli 2022   21:42 Diperbarui: 26 Juli 2022   21:55 3329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Wawancara kerja, salah satu faktor yang sangat menentukan dalam niatan kita berkakarir di negeri sakura, setelah kita memenuhi persyaratan administratif untuk bekerja di Jepang (Sertifikat lulus Bahasa Jepang JFTA2/JLPTA2 & Sertifikat lulus tes kemampuan bidang pekerjaan Tokutei Ginou Prometric).

Berikut poin -- poin penting yang Kang Dadang himpun agar kita berhasil dalam proses wawancara :

1. Perkenalan diri (Jikoshokai) yang ringkas

Banyak sekali kandidat yang mengandalkan perkenalan diri yang sangat panjang dan bahkan terlalu panjang secara durasi, ini tentu harus diperhatikan, perlu diingat, perusahaan Jepang tentunya ingin mempekerjakan orang asing yang bisa berkomunikasi dua arah, 

pengalaman kerja tidak menjadi fokus utama di Jepang, selama kita bisa berkomunikasi dua arah dengan Bahasa Jepang, perusahaan akan berpikir bahwa kita akan bisa dilatih dari 0 tentang pekerjaan baru kita setelah kita datang ke Jepang, 

sepanjang apapun dan sebagus apapun perkenalan diri kita, perusahaan Jepang tentunya mengerti bahwa itu sudah kita hafalkan berulang -- ulang sebelumnya sebelum proses wawancara dan tidak mencerminkan kemampuan komunikasi dua arah kandidat dalam Bahasa Jepang, 

durasi perkenalan diri yang disarankan adalah sekitar antara 45 detik -- 1 menit, mencakup nama, umur, negara asal, ditambah sedikit informasi diri mengapa kita ingin bekerja di Jepang.

2. Pahami secara komprehensif CV sendiri

Setelah perkenalan diri selesai, pihak pewawancara akan langsung menggiring kita ke sesi tanya jawab, ini sebenarnya proses yang paling menentukan, di sinilah perusahaan akan menilai kemampuan dasar Bahasa Jepang kita, pertanyaan yang diajukan pertama adalah pertanyaan klarifikasi, 

seputar informasi yang tertulis di CV kita sendiri saat melamar, jadi pastikan kita memahami dan hafal tentang semua informasi yang ada di CV kita sendiri, tidak sedikit dari para kandidat yang mendapat bantuan bahkan sepenuhnya dibuatkan CV oleh pihak lain, tidak menjadi masalah selama informasi nya sesuai dan kita juga pahami isinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun