Apalagi warga Belakang Padang tidak semuanya mampu. Banyak juga yang berprofesi sebagai nelayan, penarik pancung, hingga tukang becak, meski tidak sedikit juga yang berprofesi bonafid dengan gaji yang lumayan tinggi.
Â
Ah, semoga proyek SWRO tersebut segera terwujud. Apalagi luas lautan di Kecamatan Belakang Padang lebih besar dibanding luas daratan. Apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memperkirakan sebagian wilayah Indonesia akan dilanda gelombang panas El Nino pada rentang Juli hingga November 2015, tepatnya El Nino Moderat. Meski Batam diprediksi tidak akan mengalami dampak El Nino secara langsung, saat ini kondisi air di dam menyusut sangat tajam karena hujan yang jarang turun. Apalagi pada rentang 1997/1998 Batam pernah mengalami El Nino. Batam dilanda kekeringan selama hampir delapan bulan dan kesulitan air bersih. Bila ada SWRO diharapkan kebutuhan warga akan air bersih dapat lebih terpenuhi. Saat ada isu El Nino, warga juga jadinya tidak terlalu was-was karena sumber air baku tersedia sangat melimpah . Namun, mudah-mudahan air bersih hasil SWRO tersebut dijual dengan harga yang terjangkau. Semoga. Salam Kompasiana! (*)
Â
 Sumber:
http://www.tanjungpinangpos.co.id/2015/118993/lokasi-pembangunan-swro-mulai-disurvei/
http://www.antarakepri.com/berita/33966/warga-pulau-belakangpadang-segera-nikmati-air-standar-who
Â
Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H