Mohon tunggu...
Cucu Suwandana
Cucu Suwandana Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswa Program Doktoral UNINUS Bandung

Cucu Suwandana adalah Kepala SMPN 2 Talegong Kabupaten Garut, penulis buku "layanan pelet sutera" ,"mendongkrak profesionalisme guru di daerah tertinggal" dan "Pelet sutera" dari sudut pandan Agama, Filsafat,Psiokologi, dan Sosiologi. Kepala SMP inspiratif terbaik tingkat nasional tahun 2021

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

"Refleksi Diri" Suatu Hal yang Sering Dilupakan Guru (Part 2)

14 April 2022   00:09 Diperbarui: 14 April 2022   05:30 492
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

                                 Bagaimana agar refleksi yang dilakukan menjadi efektif?

Ada tiga komponen penting yang harus dikuasai dalam melakukan refleksi agar tujuan refleksi bisa tercapai, diantaranya:

1.  Sikap

     a. Jujur

Dalam kehidupan kita tidak selamanya kita mengalami hal-hal yang baik saja terkadang kita juga menemjukan situasi dan kondisi tidak menyenangkan, ketika kita menghadapi situasi yang tidak menyenagkan terkadang kita dipengaruhi oleh emisi negative yang menyebabkab kita tidak mau menerianya. Begitu juga dalam melakukan refleksi pasti kita akan mendapatkan Sesutu yang merupakan kelemahan kita, disinilah kita harus mengembangkan sikap kejujuran.

Oleh karena itu kejujuran merupakan salah satu faktor terpenting agar proses refleksi dapat efektif dan bermanfaat. Kejujuran di sini tidak hanya terkait pada detil situasi dan kondisi, tapi juga jujur memaknai suara hati dan jiwa kita sendiri, termasuk di dalamnya keinginan (desire), motivasi, prasangka, serta emosi.

b. Kembangkan pola pikir sebagai fasilitator" "Mindset fasilitator".

Terkadang seorang guru di pengaruhi oleh dua factor pola pikir yaitu "Mindset Leading" dan Mindset Fasilitator".

Pola pikir seorang pemimpin "Mindset Leading" biasanya guru memiliki otoritas dalam membuat keputusan. Tetapi pola pikir fasilitator " Mindset Fasilitator" menimbulkan sikap yang netral, selalu memandu diskusi, dan tidak ada kepentingan.

c. Terbuka

Sikap terbuka akan memberikan ruang kepada Setiap peserta untuk bebas berpendapat dan berkontribusi dalam forum refleksi.

Fokus pada diskusi kelompok. Agar kegiatan refleksi berjalan efektif maka seorang guru harus focus pada diskusi kelompok sehingga akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermakna, mengontrol jalannya diskusi, mengontrol keterlibatan seluruh peserta, menghindari dominasi salah satu peserta.

d. Terlibat langsung dalam forum

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun