Ketika mendengar "Yogyakarta" apa yang terlintas dalam benakmu?Â
Kulinernya yang melegenda, Malioboro dengan keramaiannya, suasanya yang ramah atau langitnya yang hangat?Â
Untukku, semuanya.Â
Saat itu sembilan belas tahun usiaku saat melangkah kaki ke Yogyakarta untuk pertama kalinya dengan tujuan melanjutkan pendidikan.Â
Ingat sekali tidak banyak yang ku bawa, hanya satu koper ukuran sedang dan tote bag yang berisikan makanan ringan sebagai teman diperjalanan.Â
Apa yang diketahui anak berusia sembilas tahun ini dengan dunia perantauan? Tidak banyak.Â
Awalnya ku kira Yogyakarta tidak bahagia dengan kehadiranku disana. Tidak. Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan. Butuh waktu lama untukku bisa beradaptasi dengan lingkungan, kehidupan, pertemanan ah semuanya. Banyak hal yang terjadi waktu itu.Â
Namun aku senang ternyata tidak demikian, Yogyakarta tidak membenciku.Â
Waktu berjalan dan Yogyakarta menjadi saksi bagaimana aku diproses mulai dari kenal banyak orang-orang hebat, punya banyak pengalaman yang menyenangkan, mengunjungi berbagai tempat seru.Â
"Dia hanya bermain-main".