Mohon tunggu...
Chintya Malau
Chintya Malau Mohon Tunggu... Mahasiswa - Bataknese.

Enjoy your life while you can.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pola Asuh Orangtua "Toxic Parents" Bagi Kesehatan Mental Anak

14 Desember 2021   16:55 Diperbarui: 14 Desember 2021   17:10 898
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi satu sama lain. Komunikasi itu dilakukan dalam keluarga, yang mana keluarga merupakan lingkungan sosial pertama anak secara langsung atau tidak langsung apa yang dilakukan orang tua dipelajari oleh anaknya. Apa yang didapat dari lingkungan rumah menjadi dasar nilai dan pedoman dalam menghadapi lingkungan secara umum. Orang tua harus mewaspadai hal ini karena di luar lingkungan rumah anak dihadapkan pada kebiasaan yang berbeda.

Dalam keluarga tentunya orang tua memiliki peran yang sangat penting. Rasa alami orang tua adalah seperti mencintai, melindungi, dan bahkan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Menjadi orang tua dapat dilihat sebagai proses pengasuhan yang diimplementasikan oleh orang tua untuk mendukung perkembangan anak.     

Orang tua merupakan acuan utama bagaimana mengajarkan pelajaran hidup kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka harus mampu mengatur emosi dan mampu mengatur emosi selama tumbuh kembang anak sejak usia dini (Branco & Linhares 2018). Banyak orangtua yang merasa memberi kasih sayang dan cinta kepada anaknya dengan cara yang menurut mereka benar padahal tanpa disadari itu telah mempengaruhi mental anak tersebut. Yang mana akibat pola asuh orang tua itu menyebabkan anak merasa terluka fisik maupun mentalnya. Pola asuh orang tua tersebut bisa dikatakan “Toxic Parenting”, dan orangtua yang melakukannya dikatakan sebagai “Toxic Parents”.

sumber: pixabay
sumber: pixabay

Pada saat ini banyak orang tua yang menghabiskan waktu untuk urusan di luar rumah seperti bekerja, bertemu relasi, aktivitas organisasi di masyarakat menjadikan kurangnya waktu berkumpul dengan keluarga. Sehingga orang tua menjadi lalai dalam mengurus anak, memiliki emosi yang tinggi, kurang perhatian dan bahkan menelantarkan anak, menyebabkan anak akan memiliki sifat yang kurang menyenangkan.

Menurut Sunarti (2015:15) perilaku orang tua yang mengolok-olok, mengabaikan, dan menyangkal keberadaan anak dapat diketahui melalui kata-kata dan tindakan mereka terhadap anak-anaknya, misalnya dengan mengkritik, menuntut, dan memerintah. Pola asuh orang tua yang menerapkan metode dengan baik maka anak juga akan tumbuh dengan cara yang baik juga, begitu pula sebaliknya apabila metode dengan cara yang tidak baik maka anak akan tumbuh kurang baik.

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi yang terbaik, namun akibat pola asuh orang tua yang toxic tersebut justru malah membuat anak tidak mendapatkan haknya sebagai anak atau diperlakukan secara tidak layak sehingga membuat anak tertekan dan tidak bisa berkembang. Dan itu merupakan hubungan orang tua dan anak yang tidak sehat.


Ciri-ciri orang tua yang toxic adalah:

1. Tidak terkendali dan mudah marah

Orang tua yang toxic sangat mudah marah dan emosional pada anak-anaknya. Mereka cenderung membesar-besarkan setiap masalah yang ada bahkan jika itu benar-benar pertanyaan yang sepele. Toxic parents tidak merasa ragu ketika memarahi bahkan menegur anaknya di tempat umum.

 2. Selalu ingin mengontrol anaknya

Orang tua itu tidak memberi kebebasan anaknya untuk mengambil keputusan sendiri karena menganggap segala sesuatu yang berasal dari anaknya adalah salah. Mereka percaya bahwa apa yang mereka katakan kepada anak-anak mereka selalu benar. Karena itulah segala sesuatu yang berhubungan dengan anak akan langsung dikendalikan oleh mereka bahkan sampai bayinya tumbuh besar.

3. Pelecehan fisik atau verbal yang sering terjadi terhadap anak

Tidak ada orang tua yang berhak melecehkan anak mereka. Namun hal ini sering dilakukan oleh toxic parents. Kekerasan fisik seperti memukul, menampar, atau mencubit, atau mengumpat, dan menghina dapat menjadi makanan sehari-hari anak-anak yang orang tuanya adalah toxic.

4. Merasa bersaing dengan anak-anak

Orang tua harus memainkan peran yang mendukung dan mendorong anak-anak mereka, namun, toxic parents tidak. Bahkan mereka cenderung mempermalukan anak-anak, mengecilkan hati mereka dan merasa sengsara ketika mereka bahagia.

Kemudian dampak dari perilaku “Toxic Parents” pada kesehatan mental anak yaitu : 

1) Anak sulit bersosialisasi ; 

2) Sulit menangani emosi negatif ; 

3) Rentan terkena depresi ; 

4) Anak mudah marah dan agresif ; 

5) Sulit berempati dan membangun relasi dengan orang lain. 

Semua dampak tersebut terjadi karena dalam diri anak mungkin merasakan trauma sehingga berpengaruh pada kehidupannya.


Untuk menghadapi toxic parents maka yang harus dilakukan ialah: 

1) Awali cara menghadapi orang tua toxic dengan membuat batasan diri; 

2) Carilah orang-orang tulus yang mendukung; 

3) Mengakui emosi dan perasaan juga bisa jadi cara menghadapi orang tua toxic; 

4) Terima bahwa kamu kita tidak bisa mengubah orangtua toxic. 

5) Pergi ke terapis dan lakukan konseling.


DAFTAR PUSTAKA

Bunda dan Ayah. Yuk, Kenali Ciri-Ciri Toxic Parents. 3 Agustus 2020. Tautan: https://www.alodokter.com/bunda-dan-ayah-yuk-kenali-ciri-ciri-toxic-parents.

Carelina, Shelfira. 2020. Makna Toxic Parents di Kalangan Remaja Kabaret
SMAN 10 Bandung. Volume 6, No. 2, Tahun 2020. ISSN 2460-6510. Prosiding Hubungan Masyarakat.

Iskandar, Ditha Savitri. 2021. Dampak Pola Asuh Toxic Parents Dalam Pembentukan Identitas Diri Remaja (Studi Pada Remaja di Kabupaten Bogor). Repository : UPI 

Saskara Adi P.I dan Ulio. 2020. Peran Komunikasi Keluarga Dalam Mengatasi “Toxic Parents” Bagi Kesehatan Mental Anak. Vol. 5, No.2. Oktober 2020. ISSN 2615-8396 Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.

Siahaan, Gunawan. 2021. Kaitan Pola Asuh Dengan Kecerdasan Emosional dan Prestasi Belajar. Gheroy.com

Sufiatun. 2021. Pola Asuh Orang Tua Toxic Parents Pada Anak Di Youtube In Middle Of The Blackhole (Kajian Semantik Dan Pragmatik): Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) 2021.

Thorpe, JR. 2020. 7 Tips For Dealing With Toxic Parents. Diakses melalui: https://www.bustle.com/articles/111210-7-tips-for-dealing-with-toxic-parents

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun