Seandainya Dewi Fortuna berkenan tidak ada yang bisa menghentikan Rinov/Pitha untuk menghadapi pemenang antara Zheng/Huang versus Tan Kian Meng/Lai Pei Jing asal Malaysia.
Pengalaman Berharga Jorji dan Apri/Fadia
Gregoria Mariska dan Apri/Fadia mendapat pengalaman berharga di ajang akbar ini. Berada di antara para bintang, tidak menciutkan nyali mereka. Jorji dan Apri/Fadia membuktikan mereka tidak sekadar pelengkap penderita.
Memang rapor akhir tidak meloloskan mereka ke semifinal. Namun, dari tiga pertandingan yang dilakoni, mereka sanggup memetik satu kemenangan.
Jorji menunjukkan banyak sisi positif.Pebulutangkis 23 tahun itu mampu mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Chen Yu Fei di pertandingan pertama Grup A, 9-21, 21-14, dan 16-21.
Selanjutnya, memaksa pemain nomor satu dan dua dunia untuk bermain rubber game.
Jorji memberi perlawanan kepada An Se-young, unggulan empat di turnamen ini namun berada di ranking dua BWF. Hasil akhir memang belum berpihak pada Jorji. Di balik kekalahan tiga gim, 21-9, 11-21, dan 21-10 dan rekor pertemuan yang kian menjauh 0-4, Jorji sesungguhnya menunjukkan peningkatan performa.
Begitu juga ketika menghadapi pemuncak ranking dunia dari Jepang, Akane Yamaguchi di laga terakhir. Sempat tertinggal di gim pertama, Jorji tidak lantas patah arang.
Jorji sampai harus mendapat perlawanan. Tetapi situasi itu tidak menjadi alasan baginya untuk memberi kemenangan dua gim kepada Yamaguchi. Jorji membuat laga berlangsung tiga gim 15-21 21-13 18-21.
Jorji menempati urutan terakhir di klasemen akhir. Nasibnya setali tiga uang dengan An Se-young, sang juara bertahan yang harus angkat koper lebih awal.