Mohon tunggu...
Yos Mo
Yos Mo Mohon Tunggu... Editor - Tourism worker until 2010; Digipreneur since 2010

you can contact me at bolafanatik(at)Gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Teladan Ahsan dalam Final All England 2023 yang Anti Klimaks

20 Maret 2023   00:40 Diperbarui: 20 Maret 2023   08:29 354
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan di podium pemenang All England 2023/ foto: PBSI 

Final All England Open 2023 berakhir anti klimaks dalam tiga pertandingan yang mempertemukan pemain dari satu negara. 

Pertandingan cenderung berjalan menjemukan dalam final ganda putri sesama pemain Korea Selatan, final ganda putra sesama pemain Indonesia, dan final tunggal putra sesama wakil China. 

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akhirnya sukses merebut gelar juara All England untuk pertama kalinya, sekaligus memantapkan posisi mereka sebagai ganda putra ranking 1 dunia saat ini. 

Fajar/Rian tampil dominan menghadapi seniornya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang bermain tidak sengotot babak sebelumnya. Nyaris tidak ada rally panjang yang atraktif dipertontonkan oleh kedua pasangan. 

Pada momen match poin 20-14, Ahsan terhuyung di pinggir lapangan dengan posisi tumpuan kaki yang salah setelah mengembalikan shuttle cock.

Ahsan kemudian mendapatkan perawatan medis karena lutut kaki kirinya bengkak. MC di Arena Birmingham sempat berucap bahwa Ahsan mundur (retired).

Tapi, Mohammad Ahsan dengan kebesaran hatinya berupaya untuk melanjutkan pertandingan walau kakinya sudah tidak bisa berjalan normal

Permainan dilanjutkan dengan Ahsan sempat sekali mengembalikan shuttle cock dengan pelan usai menerima servis lawan.

Teladan sportivitas yang dipertontonkan oleh Ahsan membuat haru penonton di Arena Birmingham, maupun netizen yang menonton siaran langsung. 

Fajar dan Rian pun terlihat tertegun menahan haru sikap heroik dari seniornya tersebut. 

Ahsan didorong dengan kursi roda sesuai pertandingan final All England 2023/ foto: badmintalk.com
Ahsan didorong dengan kursi roda sesuai pertandingan final All England 2023/ foto: badmintalk.com

Mohammad Ahsan lalu sempat diantar dengan kursi roda oleh tim medis, serta dipapah oleh Fajar dan Rian menuju podium penyerahan medali. 

Final ganda putri juga berakhir anti klimaks. Kim So Yeong/Kong Hee Yong menang relatif mudah 21-5, 21-12, atas rekan senegara Baek Ha Na/Lee So Hee.

Kim So Yeong dan Kong Hee Yong juara ganda putri/foto: allenglandbadminton.com
Kim So Yeong dan Kong Hee Yong juara ganda putri/foto: allenglandbadminton.com

Duel Kim/Kong versus Baek/Lee yang berlangsung 43 menit, menjadi final ganda putri tercepat selesai kelima di final All England.

Final tunggal putra sesama pemain China, berakhir mengenaskan buat Shi Yuqi yang tampil kacau di set Kedua.

Pertandingan sempat berlangsung agak ssngit di set pertama yang memenangkan Li Shifeng dengan skor 26-24.

Penonton yang menyaksikan berubah kecewa di set kedua. Yuqi bermain asal-asalan, sehingga Shifeng menang telak 21-5 sekaligus memastikan jadi juara All England.

Li Shifeng dan Shi Yuqi/ foto: allenglandbadminton.com
Li Shifeng dan Shi Yuqi/ foto: allenglandbadminton.com

Sementara itu, final ganda campuran dan tunggal putri berlangsung seru. 

Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang memenangkan gelar juara ganda campuran, mendapatkan perlawanan ekstra sengit dari lawannya Seo Seung Jae/Chae Yu Jung. 

Foto: allenglandbadminton.com
Foto: allenglandbadminton.com

Pengalaman serta mentalitas juara yang membantu Siwei/Yaqiong memenangkan final All England 2023 dengan skor 21-16, 16-21, 21-12.

An Se Young akhirnya berhasil merebut juara tunggal putri All England, setelah setahun lalu kalah di final. An Se Young sukses menaklukkan Chen Yufei.

Rubber set 21-17, 10-21, 21-19, dimenangkan oleh An Se Young dalam pertandingan sengit  kontra  Yufei selama 75 menit. 

Foto: allenglandbasminton.com
Foto: allenglandbasminton.com

An Se Young sukses meraih gelar juara ketiganya di tahun 2023. Sedangkan Chen Yufei lagi-lagi bernasib sia di pertandingan final paska dia juara Olimpiade Tokyo.

Ini adalah kekalahan kedelapan Yufei dalam 9 pertandingan final terakhir yang dimainkannya

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun