Seperti yang saya bilang, dampak berhutang ini ngga main-main. Berat.
Saya coba berbagi sedikit yang saya tahu. Kalau ada yang mau menambahkan, dipersilakan.
- Pikirkan aset yang bisa dijual untuk menutupi hutang.

Biasanya kita stres kalau ngga tahu bagaimana cara menutup hutang tersebut. Tapi, kalau kita masih punya aset yang nilainya lebih dari hutang itu, pikirkan untuk menjualnya.
Ngga perlu benar-benar menjual, kita bisa berusaha mencari jalan lain untuk menutupi. Tapi, menjual aset ini adalah senjata pamungkas kita.
Jadi kita tahu, ngga akan terjadi gagal bayar karena kita bisa menjual aset itu.
Hati tenang, pikiran jernih, kita bisa berpikir logis untuk bisa keluar dari jeratan hutang ini.
- Berkomitmen untuk membayarnya.

Tapi tetap harus dibayar kan?
Berkomitmenlah untuk mau membayarnya walaupun harus dicicil.
Hemat sedikit lah. Dapat THR, pakai buat menyicil hutang.