Sial, jala gawang PSIP bergetar ketika injury time hanya tinggal tersisa sekitar 1,5 menit lagi.
Gagal Fokus
Bukan cuma kalah dramatis, tetapi proses terjadinya gol juga bikin garuk-garuk kepala. Andai pelatih M. Choirul Huda itu Jose Mourinho, saya yakin beliau sudah mencak-mencak tak karuan di pinggir lapangan melihat kejadian tersebut.Â
Bayangkan saja, ketika sedang ditekan Persip dan bola berada di area pertahanan mereka, salah seorang pemain PSIP malah menggeletakkan diri di dalam kotak penalti. Entah benar-benar cedera atau sekadar bersiasat.
Mungkin si pemain berharap wasit bakal menghentikan pertandingan, lalu sisa injury time tahu-tahu habis. Ternyata sang pengadil memutuskan sebaliknya: play on.
Padahal barisan belakang PSIP tengah lengah karena ada salah satu rekannya tergeletak begitu. Alhasil, ketika bola dilambungkan ke dalam kotak penalti, barisan belakang Laskar Benowo gagal mengantisipasi.
Bola liar lantas jatuh ke kaki Elang Rishandy yang berada tepat di depan gawang. Meski ditempel salah satu pemain PSIP, striker Persip tersebut bergerak lebih cepat dan sukses menceploskan bola ke dalam gawang.
Selebrasi "siuuu" ala Cristiano Ronaldo yang kemudian Elang Rishandy lakukan disambut meriah seisi stadion. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Bukannya memanfaatkan sisa injury time untuk coba mencetak gol balasan, para pemain PSIP justru sibuk memprotes wasit dan hakim garis. Raden Wijaya sampai mendapat kartu merah karena protesnya dianggap berlebihan.
Dari tayangan siaran langsung Batik TV di YouTube juga terlihat jelas Gatot Wahyudi menunjukkan gesture mengancam wasit. Seperti hendak memukul, tetapi seorang pemain PSIP lain cepat menahan gerakan striker tersebut.
Bagaimana Selanjutnya?
Pertanyaan yang kini bersemayam di benak para pendukung PSIP adalah, bagaimana peluang selanjutnya? Masihkah terbuka jalan menuju Babak 8 Besar?
Di atas kertas sih, peluang itu masih ada. Namun kali ini PSIP benar-benar menggantungkan nasibnya pada dua rival segrup, yakni Persiku dan Persip.