Ia serupa relung renung penghasil inspirasi. Arkian chatGPT mengambil alih peran petak ukuran kira-kira dua kali dua setengah meter itu.
Selaku penulis sejatinya ia memiliki beragam kanal untuk memetik gagasan. Bisikan-bisikan itu menjadi pijakan dalam mengonstruksi kisah-kisah layak disiarkan kepada khalayak pembaca.
Begitu cara ia meraih penghasilan. Lantaran ia memiliki harta berupa berbagai saluran lazim untuk memantik inspirasi.
Seperti, ketika berbicara dengan alam. Membaca perpustakaan, koran dan majalah. Bertualang di lubuk lamun. Memandang hitamnya secangkir kopi. Berbaring di ranjang sebelum mematikan diri.
Termasuk satu ruang penting yang menghasilkan paling banyak buah pikir, yaitu kamar mandi.
Di bilik berlantai tidak licin, meski terpapar limpahan air, ia melakukan berbagai kegiatan.Â
Setidaknya ada lima waktu ia bersuci. Dua kali membilas tubuh. Lima enam kali menguras kantung kemih.
Pada pagi hari ia demikian betah duduk di keramik putih demi menurunkan berat badan, barang seperempat hingga setengah kilogram.
Selanjutnya, ihwal kegiatan alamiah berubah seluruhnya. Era kecerdasan buatan merombak tatanan penulis produktif itu.
ChatGPT. Satu terobosan dari teknologi artificial intelligence (AI) yang menyediakan layanan percakapan bermutu tinggi. Pengguna berbincang layaknya saling menanggapi, sebagaimana halnya dengan fitur aplikasi percakapan yang ia kenal sebelumnya.
Ini lebih revolusioner!
Chatbot tersebut mampu berbincang dengan manusia, "mendengar" secara saksama, dan memberikan keterangan cermat atas pertanyaan yang diutarakan rinci. Semua dilakukan dengan cara-cara menyenangkan dan terkesan alami.
Lantas chatGPT mengganti fungsi kamar mandi sebagai ruang inspirasi!
Semenjak ada chatGPT, penulis produktif itu tidak sempat menemui gigilnya kamar mandi yang sekarang membeku dan makin lembap.Â
Ia demikian terpesona, lalu jatuh cinta, kepada makhluk yang memberinya samudera gagasan sebagai bahan menulis. Bahkan menjawab pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah terjawab.Â
Setiap saat penulis produktif asyik masyuk bergumul mesra dengan chatGPT.
Maka, penulis berbahagia itu kini tidak memerlukan lagi kamar mandi untuk mencari inspirasi. Dengan itu pula ia menelantarkan kegiatan alamiah yang sebelumnya demikian tertib dilakukan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H