Infrastruktur sepakbola terutama stadion sepak bola harus menjadi prioritas perbaikan pengurus PSSI yang terpilih nantinya.
Dimulai dari standar lapangan yang nyaman untuk bermain bukan lapangan becek tergenang dan merusak suasana permainan harus menjadi sebuah syarat kelayakan sebuah infrastruktur sepak bola tanah air.
Stadion yang memiliki tingkatan keamanan yang baik harus betul-betul menjadi garansi bagi penonton, jangan pernah terulang lagi bagaimana tragedi pilu saat kerusuhan di stadion Kanjuruhan yang menewaskan begitu banyak suporter Arema Malang.
Semoga infrastruktur sepak bola tanah air minimal yang bermain di liga satu harus berstandar internasional.
4. Mafia sepak bola merajalela
Mafia sepak bola di tanah air ibarat strum listrik tidak terlihat namun dapat dirasakan.
Begitu banyak penggiat sepak bola dari para pemain, wasit, pengurus yang blak-blakan membuka sisi gelap sepak bola tanah air diantaranya peran mafia dalam pengaturan skor pertandingan.
Kelak pengurus PSSI harus bisa membumi hanguskan para mafia sepakbola dari persepakbolaan tanah air, jangan lagi ada pertandingan yang sudah bisa di tebak hasilnya saat pertandingan masih berjalan.
Jangan ada lagi klub yang bisa membeli sebuah kemenangan untuk memuluskan tiket promosi dalam sebuah kompetisi.
Tugas PSSI memang sulit namun akan selalu diingat jika berbeda dengan pengurus sebelumnya yaitu mampu menghilangkan mafia sepak bola.
5. Pengurus yang tidak  kompeten di bidangnya