Alhamdulillah tepat di 2013 saya resign dari kantor dan menjadi full time blogger. Di awal keluar kerja, saya sempat dianggap terlalu berani oleh sebagian orang. Mereka berpikir, kondisi single parent jika resign dari kantor nanti penghasilannya berkurang karena bisa jadi kadang dapat juga tidak. Bahkan, sebagian sempat underestimate. #SiapaBilangGakBisa? Saya sudah tekad penuh dan tidak menghiraukan suara-suara sumbang itu. Siapa bilang gak bisa? Saya mau buktikan! Begitu batin saya.
Dan anggapan pesimis mereka berhasil saya patahkan dengan pembuktian kemampuan bahwa saya mampu berdiri di atas kaki sendiri menuruti kata hati untuk maju dengan mengerjakan sesuatu yang benar-benar saya minati dengan penuh tanggung jawab.
Waktu berjalan terus, pekerjaan saya di dunia kepenulisan dan menjadi kontributor website dalam hal content writer semakin saya tekuni. Saya tak pernah menolak job yang datang sekalipun kecil honornya. Hal itu bahkan saya anggap sebagai portfolio dan menambah jam terbang. Sampai pada waktunya, Allah memberi rencana indah untuk saya.
Peluang Semakin TerbukaÂ
Setelah saya melewati berbagai fase, menerima job dengan bayaran kecil bahkan ada beberapa proyek "thank you". Imbalan hanya dengan ucapan terima kasih. Tetap saya terima dan syukuri.
Apa yang saya yakini, "Jika kita berniat baik dan tulus, sekarang tak mendapat imbalan sepadan namun suatu saat imbalan itu akan datang dari celah yang lain. Tidak tanggung-tanggung, seperti dirapel tentunya."
#SiapaBilangGakBisa mengasah kemampuan hanya dengan bekerja paruh waktu dan tidak bekerja di bawah naungan perusahaan? Siapapun bisa! Asal ada kemauan untuk mempelajari sesuatu yang diyakini sebagai jalan usaha yang cocok. Karena yang tahu potensi diri adalah diri kita sendiri. Dan yang bisa mengubah hidup menjadi lebih baik adalah diri sendiri.
Berbagi menjadi bagian dari gaya hidup
Setelah saya stabil dalam mendapatkan penghasilan juga proyek-proyek, saya berpikir ingin membagikan pengalaman kiat menjadi pekerja independen dengan pekerjaan yang disukai pada orang-orang di sekitar saya. Karena saya yakin, banyak yang menginginkan bekerja seperti saya untuk kondisi tertentu. Jadi, kalau saya bisa berhasil menjalani sesuatu yang saya yakini berhasil, berarti saya harus menularkannya kepada orang lain.