Gejala "Push Rank"
Kecanduan gim dapat memengaruhi studi, pekerjaan, dan kebiasaan tidur. Perubahan kebiasaan tidur pemain gim Asia terkait dengan perbedaan waktu dengan Eropa, benua asal sebagian gamer gim multi-pemain.Â
Gamer India sering mengubah rutinitas tidur mereka untuk menyesuaikan waktu dengan gamer lainnya. "Terkadang, gamer tidak berkomunikasi dengan teman atau orang tua, tetapi dengan pemain tim daringnya," kata Manoj Sharma, profesor psikologi klinis dan koordinator untuk Klinik SHUT (Layanan Penggunaan Teknologi Sehat) di Institut Nasional Kesehatan Mental dan Ilmu Saraf (Nimhans), Bengaluru.
Gamer India, seperti juga gamer di Indonesia, sering mengejar kenaikan level sampai mengorbankan waktu dan kesehatan yang berharga. Inilah gejala "satu level lagi" atau "one more level" atau "push rank" yang bisa merugikan gamer. Istilah push rank jamak digunakan dalam gim seperti PUBG, Mobile Legends, Call of Duty, dan sejenisnya.Â
Hikmah Kasus-Kasus Gamer India
Kematian gamer India yang keasyikan bermain PUBG sampai tak cermat melihat cairan apa yang ia minum menjadi pengingat bagi gamer lain. Bermain gim itu jangan sampai terlalu terpaku sampai melupakan dunia nyata. Apalagi saat hendak mengambil dan mengonsumsi sesuatu sembari bermain gim, perlu waspada.
Ambil jeda, alihkan perhatian sejenak ke dunia nyata. Jangan terlalu asyik push rank sampai akhirnya salah ambil minuman. Masih mending salah ambil minuman teman. Kalau minuman itu ternyata deterjen, kan ambyar jadinya...
Jangan keasyikan push rank sampai ngompol, atau bahkan sampai BAB di celana. Kasihan kerabat dan teman yang harus mencium baunya.
Lebih dari itu, boleh saja push rank. Akan tetapi, ingat juga kesehatan dan tugas yang harus dilakukan di dunia nyata.
Salam sehat!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI