Pembunuh putri kerajaan Nasampur berhasil ditemukan. Agen Billy berhasil menemukan pelaku pembunuhan Putri Nana. Putri Nana yang awalnya disangka bunuh diri, ternyata dibunuh oleh orang kepercayaannya sendiri. Perasaan sedih dan sakit hati bercampur aduk dihati orang terdekat dan keluarga kerajaan.
1 bulan yang lalu
“prangggg”, suara piring terjatuh, beling-beling berserakan di lantai ruang makan. Semua terdiam menatap kepada pecahan piring tersebut. Ratu Rani menggeram dengan langkah yang tergesa-gesa dia menghampiri Putri Nana tangannya menggenggam tangan Putri Nana dengan kuat.
“Hehh, bagaimana bisa kamu menjatuhkan piring kesayanganku. Tidakkah kau tau nyawa-mu tidak sebanding dengan harga piring itu.”, bentak ratu kepada Putri Nana.
Putri Nana hanya terdiam ketakutan dan perlahan air matanya jatuh. Semua orang yang disekitarnyapun hanya terdiam dan memperhatikan kejadian tersebut.
(menjambak rambut Putri Nana) “Kau masih bisa menangis setelah memecahkan piring kesayanganku itu. Kehilangan piriring ini lebih menyakitkan daripada kehilanganmu. Lihat saja nanti akan aku berikan hukuman yang berat untukmu.”, ucap ratu.
Putri Nana tersontak mendengar kalimat yang diucapkan ibunya. Ia berusaha memohon maaf, namun jambakan ibunya semakin kuat. Beruntungnya adegan ini tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba sang raja dating. Tetapi sang raja tidak melihat kejadian tersebut, dan sang raja tidak tahu jika sedang terjadi masalah.
Hari-hari selanjutnya yang dijalani Putri Nana sangatlah menekan batin. Bentakan-bentakan hingga perlakuan fisik terus diberikan oleh sang ratu. Seketika saja sang ratu menjadi kejam dan gelap mata terhadap Putri Nana, padahal dahulu Putri Nana sempat menjadi anak kesayangan sang ratu. Jelas saja kakak-kakak Putri Nana cemburu Karena sang ratu memperlakukan Putri Nana lebih dari mereka, namun sekarang mereka seakan berbahagia diatas penderitaan Putri Nana. Putri Nana hanya bisa terdiam karena mengetahui tidak ada satupun yang ada di pihaknya, sang raja sibuk melakukan bisnis keluar negeri.
1 minggu kemudian.
Kerajaan Nasampur akan mengadakan pesta ulang tahun sang ratu. Tentu saja semua orang di kerajaan mempersiapkan kado istimewa untuk sang ratu, hal itu juga berlaku untuk Putri Nana. Meskipun ia tidak yakin sang ratu akan menerima hadiahnya, ia tetap berusaha membuat kado yang special tersebut.
Pada malam harinya sesaat sebelum pesta dimulai, ratu menghampiri kamar Putri Nana. Senyum lebar di wajah sang ratu yang ia tunjukkan untuk Putri Nana. Tentu saja Putri Nana bahagia karena merasa ibunya tidak marah lagi kepadanya. Ia kemudian menyodorkan sebuah kado untuk ibunya. Sang ratu menerimanya dan memujinya. Setelah memuji sang ratu ternyata hanya berpura-pura, lalu ia kemudian menarik tangan putrinya dan membawanya ke sudut kamar Putri Nana.
Putri Nana panik namun ia tidak bisa melakukan apa-apa. Tangannya di ikat dan mulutnya ditutup, lalu sang ratu memegang sebuah pisau. Putri Nana hanya bisa mengeluarkan air mata sambal berharap ibunya tidak akan melakukan hal yang tidak diingankannya. Namun tuhan berkehendak lain, pisau itu menancap ke jantung Putri Nana.
Ratu tersenyum kembali dan riang gembira setelah membunuh anaknya. Darah yang mengalir di tubuh Putri Nana tidak ia pedulikan. Ikatan dan penutup mulut Putri Nana ia buka, lalu ratu meletakan pisau itu ke genggaman tangan Putri Nana. Tali ikatan dan penutup mulutnya ia buang untuk menutupi kematian sang putri, ratu kemudian bersandiwara kembali. Ia lari keluar kamar dan berteriak meminta pertolongan, ratu berpura-pura seakan-akan putri kesayangannya telah bunuh diri.
Para penjaga dan orang-orang kerajaan segera menghampiri tempat kejadian. Tidak berapa lama sang raja, polisi, dan agen pun datang. Sang ayah segera menenangkan sang ratu dan ikut meneteskan air mata. Polisi dana gen yang datang bersamaan degan sang raja segera menyelidiki tempat kejadian, sang agen membawa beberapa barang bukti dan menelusuri tempat kejadian itu.
Beberapa hari setelah kejadian itu, agen Billy menelusuri kembali dan merasa ada hal aneh dari kematian sang putri. Ia mencoba menelusuri barang-barang bukti dan menemukan adanya sidik jari orang lain. Kemudian ia menemui sang raja dan sang ratu, ia memberitahu bahwa di pisau yang di genggam Putri Nana terdapat sidik jari orang lain.
Tetapi sang ratu malah tertawa seperti orang gila dan mengatakan bahwa ia adalah pembunuhnya. Sontak saja semua orang yang berada di ruangan itu terkejut karena pernyataan ratu tersebut. Langsung saja sang ratu dibawa oleh sang agen untuk dimintai keterangan. Dan terbukti sang ratu adalah pelakunya. Lalu ratu pun dipenjara dan sang raja jatuh sakit.
-TAMAT-
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H