Menghitung hari, kata yang sepadan dengan jabatan Gubernur DKI Jakarta yang akan segera berakhir pada tanggal 16 Oktober 2022. Perlunya seorang caretaker Pj Gubernur pengganti Anies Baswedan adalah sosok yang bisa membawa masyarakat Jakarta yang multikultur, sehingga ketenteramannya perlu dijaga.
Siapa sosok yang tepat menjadi caretaker  Pj Gubernur DKI Jakarta?
Sedikitnya ada tiga nama yang mencuat kepermukaan, untuk dijadikan caretaker Pj Gubernur DKI Jakarta, yaitu sesuai poto diatas yaitu Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (kiri), Sekda DKI Marullah Matali (tengah), dan Deputi IV KSP Juri Ardiantoro.
Ketiga caretaker yang dimunculkan merupakan bocoran informasi dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani, yang merupakan putri dari Ketua Umum PANÂ
DKI Jakarta merupakan miniatur Indonesia, apapun yang terjadi disana menjadi pusat perhatian masyarakat diseluruh penjuru nusantara. pilihan caretaker Pj Gubernur DKI Jakarta haruslah dari sosok yang bisa merangkul semua kalangan.Â
Menghindarkan diri dari berbagai komplik kepentingan politik, menjadi tugas yang cukup berat sebagai caretaker Pj Gubernur, apalagi sekelasibu kota negara.Â
Seorang caretaker harus bisa menjadi sosok yang netral dalam politik, tidak memihak sana dan sini, dan juga berpengalaman dalam memimpin birokrasi, dan mempunyai pemahaman psikologis Jakarta.
Mengutip ucapan Mardani politikus PKS, Jakarta bak sebuah aquarium politik. Dari yang diucapkan, bisa digarisbawahi dan dimaknai penting netralnya seorang Pj Gubernur DKI sebagai caretaker bersifat netral untuk menjaga suasana yang kondusif, dan tidak menimbulkan kegaduhan politik menjelang pemilu 2024.
Memang sulit mencari seorang PJ Gubernur DKI yang bisa netral sepenuhnya tapi paling tidak Pj Gubernur DKI Jakarta yang diberi wewenang dan kekuasaan yang sama layaknya seorang gubernur definitif.
Pj Gubernur sebagai caretaker mempunyai kewenangan mutasi jabatan, menandatangani perda dan perkada. Menetapkan APBD Induk dan perubahan.Â
Dengan kewenangan dan kekuasaan yang sama tersebut, bisa saja terjadi "like and dislike", dan keberpihakan pada kepentingan tertentu.
Pentingnya transparan dalam penunjukkan Caretaker Pj Gubernur DKI Jakarta
Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta akan berakhir dan penunjukan caretaker Pj Gubernur DKI Jakarta akan segera dilakukan. Pengusulan nama-nama calon penjabat Gubernur DKI Jakarta, akan diproses melalui pemilihan tiga nama calon yang diusulkan oleh fraksi-fraksi yang ada di DPRD DKI Jakarta.
Dari usulan nama sembilan fraksi yang ada di DPRD DKI Jakarta, dikerucutkan maksimal tersisa tiga nama yang diusulkan ke presiden untuk melakukan penunjukan Pj Gubernur DKI Jakarta.
Siapapun nantinya nama yang menjadi caretaker Pj Gubernur DKI Jakarta yang terpilih, bisa membawa Jakarta sebagai pusat sentral pemerintahan dan barometer perpolitikan di Indonesia.
Bagaimanapun, DKI Jakarta masih menjadi pusat ibu kota negara, sampai dengan berjalannya sistem pemerintahan ibu kota negara baru (IKN) yang dipersiapkan sebagai pengganti ibu kota negara yang terletak di Kalimantan.
Karenanya, apapun yang terjadi di Jakarta menjadi miniatur berbagai aspek sosial budaya dan politik di daerah. Pentingnya, menunjuk seorang caretaker Pj DKI Jakarta yang bisa diterima dari berbagai kalangan.
Isu politik identitas yang terjadi, bisa membuat warga terkotak-kotak, dan terjebak dengan perdebatan  yang tidak selesai-selesai sampai saat ini. Adanya label kelompok A dan kelompok B, saling mengintai, dan mencari kesalahan di media sosial, masih terjadi.
Menunjuk seorang Pj DKI Jakarta yang "netral", yang bisa merangkul, menjaga keharmonisan warganya, tidak berpihak kepada kelompok A dan kelompok B. Merupakan harapan dan sesuatu yang ideal bagi pemimpin pengganti sampai dengan pemilu 2024.
Penunjukkan caretaker Pj DKI Jakarta yang transparan dan demokratis, bisa menjadi harapan dan tujuan keharmonisan sesama warga Jakarta yang majemuk.
Kategori caretaker Pj DKI Jakarta, yang bagaimana diharapkan?
Ada banyak harapan yang diingankan masyarakat DKI Jakarta yang multikultur, untuk waktu jeda sampai terpilihnya seorang gubernur DKI Jakarta baru, pengganti Anies Baswedan.Â
Apa yang patut dikerjakan Pj Gubernur DKI Jakarta tahun 2022-2024? Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dikritisi, dalam berbagi buah pemikiran.
Seorang Pj Gubernur DKI mempunyai kemampuan administrasif. Untuk kriteria ini biasa yang mempunyai kompetensi berasal dari eselon 1 atau pejabat setingkat madya. Menguasai teknis kompetensi pemerintahan atau mengurusi urusan Jakarta yang multikompleks.
Seorang Pj Gubernur DKI Jakarta  yang mengerti dan paham kebutuhan yang diinginkan Jakarta, dan tentunya orang yang mempunyai pengalaman dan pernah berkedudukan di pemerintahan Jakarta.
Dari segi kepemimpinan, seseorang yang berasal dari birokrasi, mempunyai kompetensi dari segi teknis pengendalian konflik. Mempunyai pengalaman kepemimpinan bisa menjadi interaktif, komunikatif, yang mampu merangkul, dari berbagai kalangan masyarakat.
Dan yang terpenting seorang caretaker Pj Gubernur DKI Jakarta yang terpilih, mempunyai kriteria administratif yang baik yang bisa terlihat dari jam terbang yang cukup tinggi dibirokrasi Jakarta , dan kompetensi teknis kepemimpinan yang mumpuni, dan tentunya yang paling utama adalah memberikan manfaat besar bagi rakyat (*)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI