5. Setiap jenis sampah daur ulang diikat rapi
6. Sampah daur ulang dibawa ke depo pengolahan sampah
Menutup refleksi saya menarikdua kesimpulan yang bisa kita refleksikan lebih lanjut mengenai upaya membangun kebahagiaan masyarakat melalui praktik memilah sampah daru ulang.
1. St. Agustinus yang hidup pada abad ketiga pernah pengatakan demikian, "Jalan menunju kebahagiaan adalah dengan membahagiakan orang lain" Ini semakin menegaskan kepada saya bahwa praktik memilah sampah mempunyai makna sebagai tindakan berbagi kebahagiaan, bersumbangsih dan menyelamatkan kehidupan.
Makna ini kembali digaungkan oleh filsuf abad modern dari India, Preetha Krishna, "Manusia hanya bisa bahagia ketika hidupnya bermanfaat bagi semesta"
2. Tidak ada kebahagiaan ketika kita tidak berusaha melakukan kebaikan yang membahagiakan orang lain. Pengertian ini bisa kita tempatkan pada berbagai bidang kehidupan. Misalnya pada bidang pemasaran. Ketika saya berhasil memuaskan pelanggan dan pelanggan bahagia, saya akan mendapatkan kebahagiaan dalam karier saya.Â
Dalam konteks seperti ini, tagline JNE 3 Dekade Bahagia Bersama mendapatkan kebenaran dan pantas dirayakan karena telah memberi manfaat besar bagi masyarakat. Bahagia selalu bersama dengan orang lain. (Ag. Purwanto, M.Pd. Principle & Writer. IG & Linkeldn: Masguspung. YouTube: Two Minutes For Hope)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H