Anehnya, banyak warga yang tinggal di sekitarnya terlihat tidak terganggu sama sekali dengan keadaan tersebut. Mereka bisa duduk-duduk, mengobrol, bahkan makan di tengah pemandangan sampah yang tidak sedap dilihat tersebut.
Kalau dibilang mereka tidak punya waktu untuk membersihkan, rasanya juga tidak mungkin. Ibu-ibu rumah tangga, kadang juga bapak-bapak, sering terlihat berkumpul sekadar mengobrol santai, sementara lingkungan sekitar mereka tampak begitu berantakan.Â
Entah apa masalahnya, sehingga banyak warga tampak tidak peduli. Di beberapa kawasan rumah kontrakan, yang rumah-rumah kontrakan tersebut berjejer, juga sering terlihat halamannya penuh dengan sampah.Â
Pemandangan seperti ini menjadi makanan sehari-hari warga di lingkungan kami.Â
Sebenarnya, kebersihan di lingkungan pemukiman bukanlah masalah besar. Semua permasalahan tersebut bisa selesai andaikan setiap warga, atau setiap rumah tangga bertanggung jawab paling tidak atas kebersihan di lingkungan sekitar rumahnya. Termasuk halaman rumah, sisi jalan yang berdampingan langsung dengan halaman atau pagar rumah, juga selokan sekitar rumah.Â
Seumpama memungkinkan, tidak ada salahnya sekalian juga membersihkan jalan di depan rumah, khususnya untuk jalan-jalan kecil di perkampungan, yang tidak setiap saat dilalui kendaraan bermotor.Â
Tentu tidak sulit melakukan itu karena tanggung jawabnya tidaklah besar, hanya di sekitar rumah. Kalau saja secara berkala dibersihkan, niscaya lingkungan bersih yang diidam-idamkan bisa terwujud.Â
Seandainya semua warga memiliki komitmen kuat melakukan ini, mau menumbuhkan rasa cinta akan keindahan, lingkungan pinggiran Jakarta ini pasti akan terlihat lebih indah dan berseri.