Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda di era globalisasi. Dalam beberapa dekade terakhir, globalisasi telah membawa perubahan signifikan pada cara generasi muda berinteraksi dengan budaya dan politik. Namun, dalam era globalisasi yang dinamis dan berubah, penting untuk mempertahankan nilai-nilai nasionalisme yang kuat dan stabil.
Pentingnya Nasionalisme dalam Era Globalisasi
Era globalisasi telah membawa berbagai konsekuensi pada cara generasi muda berinteraksi dengan budaya dan politik. Salah satu konsekuensi yang paling signifikan adalah meningkatnya pengaruh budaya luar dan globalisasi yang memungkinkan generasi muda untuk berinteraksi dengan budaya lain. Sementara ini dapat membuka mata generasi muda pada berbagai budaya dan ideologi, namun juga dapat mengancam identitas nasional dan budaya Indonesia.
Dalam era globalisasi, nasionalisme menjadi penting untuk mempertahankan identitas nasional dan budaya Indonesia. Nasionalisme tidak hanya berarti cinta tanah air, tetapi juga berarti cinta pada nilai-nilai dan budaya yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya. Dengan demikian, nasionalisme menjadi penting untuk mempertahankan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Purnamasari, Zikri, & Syafitri, 2021) Nasionalisme mengandung dua arti yakni paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri yang bersifat kenasionalan. serta adanya kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa, lalu yang kedua diartikan sebagai semangat kebangsaan.Â
Semangat kebangsaan atau semangat nasionalisme dimaknai sebagai suasana batin yang melekat pada diri setiap orang sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari bangsa dan negara. Hal itu di wujudkan dalam bentuk kesadaran dan perilaku yang menunjukan kecintaan terhadap tanah air, usaha untuk menciptakan, membina dan memelihara kehidupan yang harmonis dalam rangka persatuan dan kesatuan, serta rela berkorban dalam segala bentuk demi membela bangsa dan negara (Rusmulyani, 2016).Â
Selama bangsa dan negara Indonesia berdiri, semangat nasionalisme selalu dibutuhkan. Jiwa nasionalisme yang tinggi dari masyarakat dapat membentuk perilaku yang positif untuk menyongsong kemajuan bangsa dan negara. Namun, dewasa ini ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan terkikisnya jiwa nasionalisme dikalangan generasi muda. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa tolak ukur yaitu kurangnya apresiasi generasi muda terhadap kebudayaan asli Indonesia, gaya hidup kebarat baratan, selain itu juga bahkan baru-baru ini yang sering kali dijumpai yaitu hallyu (gelombang korea), pola hidup konsumtif dan lain sebagainya.Â
Nilai yang di bawa oleh arus globalisasi harus disaring, tidak semuanya diserap dan nilai-nilai tradisional yang ada di dalam bangsa tidak boleh ditinggalkan. Sebab nilai-nilai bangsa yang mengedepankan musyawarah, kerjasama, gotong royong, ramah tamah, dan saling membantu masih terus beraku dalam meyelamatkan generasi muda ditengah arus globalisasi yang membawa beragam nilai, termasuk nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa yang bisa merusak identitas nasional bangsa Indonesia (Amrah, 2016).
Pancasila sebagai Dasar Nasionalisme
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda. Pancasila terdiri dari lima sila yang mendasari nilai-nilai dan budaya Indonesia, yaitu:
- Ketuhanan Yang Maha Esa: Sila ini menekankan pentingnya agama dalam kehidupan sehari-hari dan mempertahankan nilai-nilai agama yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
- Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab: Sila ini merupakan perwujudan nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, bermoral, dan beragama. mempertahankan nilai-nilai keadilan dan ketetapan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
- Persatuan Indonesia: Sila ini menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam masyarakat Indonesia dan mempertahankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan: Sila ini menekankan pentingnya kerakyatan dan kebijakan yang berdasarkan hikmat kebangsaan dalam memimpin negara dan mempertahankan nilai-nilai kerakyatan dan hikmat kebangsaan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: sila ini menegaskan bahwa bangsa Indonesia menekankan suatu prinsip keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Setiap orang di Indonesia berhak untuk mendapat perlakuan dan bersikap adil terhadap sesama (persamaan sosial).
Cara Menanamkan Jiwa Nasionalisme pada Generasi Muda
Untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda, beberapa cara dapat dilakukan:
- Pendidikan: Pendidikan berperan penting dalam menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda. Pendidikan harus memfokuskan pada nilai-nilai dan budaya Indonesia dan mempertahankan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia. Upaya paling mendasar yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila yaitu melalui pendidikan yang ada
di Indonesia. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga pada tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Pendidikan merupakan awal dalam penanaman nilai-nilai Pancasila karena pendidikan memiliki keterkaitan ikatan yang erat dengan Pancasila itu sendiri, khususnya Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. - Kegiatan Budaya: Kegiatan budaya seperti festival, acara, dan lain-lain dapat membantu menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda. Kegiatan budaya ini dapat mempertahankan nilai-nilai dan budaya Indonesia dan memperkenalkan budaya lain yang relevan. Upaya yang dapat dilakukan yaitu memupuk dan menumbuhkan rasa nasionalis melalui kegiatan yang berkaitan dengan kenasionalan contohnya saja seperti memperingati hari kemerdekaan Indonesia, hari sumpah pemuda, hari Kartini, hari lahirnya Pancasila, hari sumpah pemuda, hari kebangkitan nasional dan masih banyak lagi. Bagi generasi muda khususnya para pelajar dapat menanamkan rasa nasionalismenya melalui belajar dengan bersungguh-sungguh sebagai salah satu kewajiban yang paling utama, semangat dalam berkarya dan menghasilkan prestasi yang membanggakan di berbagai bidang demi mengharumkan nama baik Indonesia, serta cinta dan bangga menggunakan produk-produk dalam negeri sehingga tak hanya jiwa nasionalisme saja yang meningkat, namun perputaran roda perekonomian Indonesia pun juga semakin maju.
- Partisipasi Masyarakat: Partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan nasionalisme dapatmembantu menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda. Partisipasi masyarakat ini dapat mempertahankan nilai-nilai dan budaya Indonesia dan memperkenalkan budaya lain yang relevan. Upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan membuat suatu karya yang bertemakan cinta tanah air, kepahlawanan, dan lain sebagainya yang bersifat nasional sehingga dalam proses pembuatan karya tersebut generasi muda akan teringat kembali dengan perjuangan para pahlawan bangsa sebelumnya dan dengan demikian rasa nasionalisme dalam diri mereka akan tertanam dan tumbuh di jiwa mereka (Regiani & Dewi, 2021).
Kesimpulan
Pancasila memiliki peran penting dalam menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda di era globalisasi. Dalam beberapa dekade terakhir, globalisasi telah membawa perubahan signifikan pada cara generasi muda berinteraksi dengan budaya dan politik. Namun, dalam era globalisasi yang dinamis dan berubah, penting untuk mempertahankan nilai-nilai nasionalisme yang kuat dan stabil. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda melalui pendidikan, kegiatan budaya, dan partisipasi masyarakat, lalu kita sebagai generasi muda juga dapat menanamkan serta mewujudkan nilai pancasila dengan baik melalui prestasi yang membanggakan, pengkaryaan, dan bangga menggunakan produk dalam negeri. Dengan demikian, nilai-nilai pancasila dan jiwa nasionalisme akan senantiasa selalu tertanam dalam jiwa generasi muda dan setiap perilakunya sehingga tidak akan terbawa oleh arus globalisasi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H