Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung kegiatan membaca, Indonesia berada pada peringkat di atas negara-negara Eropa. Maka dari itu, perlunya kualitas generasi muda untuk membangun bangsanya.
Generasi muda akan selalu mengikuti perkembangan zaman dengan berbagai informasi yang mudah di dapat dari media sosial. Namun juga tidak menutup kemungkinan ada generasi muda yang kurang mengikuti perkembangan zaman alias "kudet" atau kurang update.Â
Hal tersebut harusnya ada kesadaran tersendiri dari individu untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Segala informasi akan mudah sekali didapatkan hanya melalui gadget. Dalam hal ini, Indonesia berada pada urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget.Â
Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada tahun 2018, jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara pengguna aktif smarthphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.Â
Sehingga generasi sekarang ini lebih suka menatap layar gadget berjam-jam dibandingkan harus membaca buku. Fenomena yang sering terjadi di zaman sekarang ini adalah banyaknya remaja yang hanya membaca buku ketika sedang mengerjakan tugas hanya untuk dijadikan sebagai bahan referensinya. Maka dari itu, jadikan kebiasaan membaca sejak dini.
Persaingan dunia yang sangat kompetitif ini membutuhkan generasi muda yang cerdas, Â kreatif, dan inovatif untuk membangun bangsa. Hal tersebut memberikan peranan penting terhadap keterampilan membaca seseorang untuk membuka wawasan pengetahuan yang luas sehingga memicu munculnya daya pikir kritis.
Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam kajian ini dengan menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan. Dalam hal ini penulis melakukan pengumpulan data dengan berbagai literatur. Berbagai literatur yang digunakan dengan menelaah ataupun mengeksplorasi dari beberapa jurnal, buku-buku, majalah dan sumber-sumber data informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian ini.
Hasil dan Analisis
Istilah literasi ini menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan literasi sebagai kemampuan menulis dan membaca. UNESCO juga memberikan pemaknaan literasi yang lebih mendalam bahwa literasi merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, mengartikan, menciptakan, mengkomunikasikan, dan mengitung, menggunakan materi tercetak dan tertulis yang berkaitan dengan berbagai konteks.Â
Dengan demikian, literasi tidak hanya diartikan sebagai membaca dan menulis melainkan literasi juga merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi menggunakan dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan.Â
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!