Promahadesa Universitas Jember mengadakan sosialisasi mengenai stunting serta demo MP-ASI di Dusun Leces, Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember pada Minggu (30/07/2023). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sosialisasi pertama yang diadakan pada hari Sabtu minggu lalu. Sosialisasi terkait stunting ini diadakan berdasarkan informasi dari Ibu Bidan terkait masih tingginya angka stunting di Dusun Leces.
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kurangnya asupan gizi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus. Nyatanya stunting memberikan banyak dampak buruk bagi anak apabila ia mengalaminya. Maka diperlukan suatu pencegahan agar terjadi penurunan status stunting pada anak yang diharapkan kedepannya bisa berangsur menghilang.
Pada pertemuan kedua ini, sosialisasi dari tim Promahadesa yang dibimbing oleh drg. Agustin Wulan Suci D., MDSc dan diketuai oleh Azka Maulida dengan anggotanya Cheija Wandanti, Halawatin Salwa, Jihan Tahira, Winny Pradyta, Niken Ayu, Isfina Salsabilla dan Ayu Hamelia diawali dengan melakukan demo sikat gigi serta edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Demo ini dilakukan mengingat akan materi minggu lalu yang berkaitan dengan PHBS. Pengajaran praktik sikat gigi yang benar ini dirasa perlu dilakukan karena mulut merupakan gerbang utama masuknya berbagai bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Dalam sosialisasi ini tim Promahadesa juga menjelaskan terkait kapan waktu yang tepat untuk sikat gigi, bagaimana cara sikat gigi yang benar, dan tak lupa meminta ibu-ibu serta anak-anak yang hadir untuk mempraktikkan cara menyikat gigi sesuai dengan yang telah dijelaskan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian pretest sebelum pemberian materi. Pretest ini diberikan supaya dapat mengukur pemahaman ibu-ibu mengenai materi yang akan dibawakan. Selanjutnya ibu-ibu juga dibagikan leaflet supaya semakin memahami akan materi yang diberikan. Kegiatan berjalan cukup interaktif serta ibu-ibu juga fokus untuk mendengarkan penjelasan. Diadakan juga diskusi singkat dengan saling sharing mengenai MP-ASI yang ibu-ibu biasa berikan untuk anak-anaknya. "Biasanya kalau disini MP-ASInya pakai nasi yang dihaluskan terus disaring, mbak," ujar salah satu Ibu yang hadir. Usai penjelasan materi, postest dibagikan untuk mengukur sejauh mana pemahaman ibu-ibu setelah diberikan materi.
Sebagai salah satu upaya untuk penurunan angka stunting, tim promahadesa juga memberikan demonstrasi memasak MP-ASI dengan membuat puding jagung. Ibu-ibu dan anak-anak yang hadir juga dibagikan puding jagung yang telah tim Promahadesa buat supaya mereka tahu bagaimana rasanya dan tertarik untuk mempraktikkannya sendiri di rumah. Diharapkan dengan adanya demo masak ini dapat menjadi referensi untuk ibu-ibu membuatkan MP-ASI bagi anak. Puding jagung ini dipilih karena mudah untuk dibuat. Selain itu, bahan-bahan yang dibutuhkan mudah untuk dicari serta harganya yang masih terjangkau.